Minggu, 21 Juni 2026

Bekasi Fajar Bidik Penjualan Lahan Rp 600 M

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
18 Jun 2026 | 21:22 WIB
BAGIKAN
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk pada Kamis (18/6/2026).  (Foto: Dok BEFA)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Dok BEFA)

JAKARTA,Investor.id -PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEFA) menargetkan marketing sales sebesar Rp 600 miliar, dengan tetap menjaga pertumbuhan pendapatan berulang secara stabil. Sejumlah sektor potensial yang menjadi sasaran utama pemasaran lahan antara lain Warehouse dan Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage (F&B), serta Data Center.

“Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, Bekasi Fajar tetap fokus mengembangkan bisnis kawasan industri. Perseroan melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center guna memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi,” ujar Media Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk Rika Mandasari dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (18/6/2026). 

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan segmen komersial melalui BeFa Industrial Hub yang menawarkan bangunan pabrik standar multiguna. Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pengembangan kawasan industri, Bekasi Fajar optimistis permintaan terhadap kawasan industri yang profesional dan terintegrasi akan terus meningkat. “Perseroan akan melanjutkan pengembangan fasilitas dan infrastruktur di Kawasan Industri MM2100 Bekasi. Nilai kawasan diperkirakan semakin meningkat seiring pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional,” papar Rika. 

Kawasan MM2100 diketahui akan dilintasi proyek Jalan Tol JORR II Cibitung–Cilincing yang akan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas kawasan. Selain itu, kawasan tersebut juga akan memperoleh manfaat dari pengembangan LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta pembangunan Pelabuhan Patimban.

Dengan berbagai proyek infrastruktur pendukung tersebut, Bekasi Fajar optimistis kawasan MM2100 akan semakin menarik bagi investor dan pelaku industri dalam beberapa tahun ke depan.

Dia menyatakan, kinerja perseroan juga menunjukkan perbaikan pada kuartal pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 90 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan berulang atau recurring income dari Rp 45 miliar menjadi Rp 54 miliar, serta mulai adanya kontribusi dari penjualan lahan. 

Dari sisi profitabilitas, Bekasi Fajar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari rugi bersih Rp 33 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi laba bersih Rp 9 miliar pada kuartal pertama 2026. “Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73% menjadi positif 10%,” papar Rika. 

Raih Laba Rp 30 Miliar di 2025
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk  menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, termasuk laporan keuangan yang telah diaudit serta laporan pengawasan Dewan Komisaris.

Salah satu keputusan penting dalam RUPST adalah tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Kebijakan tersebut diambil guna memperkuat modal kerja perusahaan sekaligus mendukung rencana pengembangan usaha di masa mendatang.

Rika mengatakan, sepanjang 2025 perusahaan berhasil mencatatkan penjualan lahan atau marketing sales seluas 15 hektare dengan nilai mencapai Rp 422 miliar. “Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp 220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa sebesar Rp 207 miliar. Laba bersih Perseroan pada tahun 2025 mencapai Rp 30 miliar,” kata dia. 

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia