Minggu, 21 Juni 2026

Pertanyaan yang Masih Menggantung setelah Keputusan MSCI

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Jun 2026 | 10:44 WIB
BAGIKAN
MSCI. Foto: MSCI
MSCI. Foto: MSCI

JAKARTA, investor.id - MSCI telah merilis hasil Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat.

Stockbit Sekuritas menyebutkan, review itu bersifat kualitatif dan terpisah dari Annual Market Classification Review yang akan dirilis pada 23 Juni 2026 waktu Eropa atau 24 Juni 2026 waktu Indonesia, yang akan menentukan status klasifikasi pasar.

Stockbit merinci beberapa poin utama untuk Indonesia dalam Global Market Accessibility Review. Yakni, turun di 1 kriteria. Hanya kriteria information flow yang direvisi turun dari + ke - oleh MSCI dibandingkan hasil review tahun lalu, sehingga distribusi penilaian bagi Indonesia menjadi 10 ++, 6 +, dan 2 −.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, kriteria di pasar Indonesia masih salah satu yang terbaik di emerging market Asia. Meski turun pada 1 kriteria, secara umum Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbaik di emerging market Asia. Hanya China dan Malaysia yang secara umum lebih ‘lengkap’ dibandingkan Indonesia. “Selain itu, gap antara Indonesia dengan Vietnam — yang merupakan frontier market — juga masih lebar,” papar Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Jumat (19/6/2026).

Belum Ada Komentar terkait Freeze

Lebih lanjut, Stockbit menyebutkan, belum ada komentar terkait pembekuan (freeze). Review ini juga hanya menilai kriteria aksesibilitas kualitatif dan tidak membahas freeze (peningkatan FIF/NOS, penambahan IMI, migrasi antar–size segment) maupun status klasifikasi pasar.

“Komentar lebih lengkap termasuk terkait pembekuan diharapkan tersedia pada Annual Market Classification Review,” papar Stockbit.

Yang perlu dicermati ke depan, beber Stockbit, apakah pembekuan bagi pasar Indonesia akan dicabut atau dipertahankan, serta penegasan status Indonesia pada emerging market, kemungkinan akan disampaikan pada Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia.

“Jika tidak terdapat informasi pencabutan pembekuan dalam Annual Market Classification Review, dapat diasumsikan bahwa pembekuan masih akan berlanjut hingga update berikutnya dari MSCI,” pungkas Stockbit.

Menurut Stockbit, MSCI mengatakan bahwa kekhawatiran investability bagi pasar Indonesia masih berlanjut karena keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi (coordinated trading), yang dinilai mengganggu pembentukan harga yang wajar (price formation). MSCI menyatakan bahwa kondisi ini membatasi kemampuan investor institusional global untuk menilai free float yang sebenarnya. Selain itu, keterbatasan ketersediaan informasi pasar dalam bahasa Inggris turut disebut, meski faktor ini sudah menjadi catatan sejak review sebelumnya dan bukan merupakan pemicu utama penurunan kali ini.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia