Saham Trio Maut
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merupakan trio maut penarik dana investor asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir atau periode 23-27 Februari 2026.
Investor asing mencetak transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,08 triliun pada saham BBRI. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (1/3/2026).
Baca Juga:
Lo Kheng Hong Jual Saham BaggerNet buy asing pada saham BBRI tercatat paling besar, diikuti saham BMRI dan TLKM. Net buy saham BMRI sebesar Rp 880,4 miliar dan TLKM senilai Rp 374,9 miliar. BBRI, BMRI, dan TLKM merupakan saham emiten BUMN.
Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencetak net buy sebesar Rp 4,9 triliun. Ini melanjutkan net buy pekan sebelumnya yang mencapai Rp 2,07 triliun.
Baca Juga:
Asing Goyah, Saham Ini Ramai DiobralKhusus pada perdagangan Jumat (27/2/2026), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) di seluruh pasar sebesar Rp 694,2 miliar. Dengan begitu, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 9,5 triliun – berdasarkan data BEI.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Oso Sekuritas dalam Equity Market Outlook 2026 memasukkan saham BRI (BBRI) sebagai salah satu saham pilihan tahun ini.
Oso Sekuritas menilai prospek laba BBRI dalam jangka menengah menunjukkan pemulihan, yang didorong oleh kualitas aset. Sebelumnya, laba BBRI terhambat oleh peningkatan provisi dan margin bunga bersih yang lebih ketat.
Broker efek tersebut merekomendasikan buy saham BBRI dengan target harga dalam 12 bulan sebesar Rp 4.230.
Sementara itu, Indo Premier Sekuritas menetapkan saham Bank Mandiri (BMRI) sebagai pilihan utama di sektor perbankan. Begitu juga dengan saham BBNI atau Bank Negara Indonesia (BNI).
Indo Premier Sekuritas merekomendasikan buy saham BMRI dengan target harga tinggi Rp 6.400. Valuasi BMRI dinilai menarik, dengan P/B mencapai 1,4 kali dan P/E sebesar 8,1 kali dibandingkan rata-rata 10 tahun yang masing-masing 1,6 kali dan 11,6 kali.
Di lain pihak, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Telkom (TLKM) dengan target harga Rp 4.000. Saat ini, saham TLKM diperdagangkan pada estimasi valuasi EV/EBITDA 2026 sebesar 5,1 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






