Fandayani Soesilo, Penasaran Raja Ampat
Traveling dan diving adalah kegiatan yang biasa dilakoni Fandayani ketika liburan tiba. Hampir semua tempat diving di Indonesia sudah ia rasakan sensasinya, kecuali Raja Ampat di Papua.
“Kalau ada liburan saya senang traveling dan diving. Diving memberikan sensasi tersendiri,’’ ujar Fandayani kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.
Sensasinya, lanjut Fanda, sudah tentu karena dapat melihat keanekaragaman laut yang tidak bisa disaksikan setiap hari. Dan yang mampu memberikan sejuta sensasi adalah laut Indonesia. “Saya sudah coba ke mana saja, tetapi tetap Indonesia yang paling bagus pemandangannya,” puji Fanda.
Ia mengilustrasikan, sebagai salah satu sudut dari “Coral Triangle”, Indonesia memiliki kekayaan laut paling lengkap. Sekitar 20% terumbu karang dunia ada di sini. Laut Indonesia juga mempunyai lebih dari 6 ribu spesies ikan, 600 spesies karang, gunung berapi bawah laut, palung, hingga bangkai kapal zaman dinasti Tiongkok dan Perang Dunia II.
“Dengan 13.500 pulau yang terbentang di garis khatulistiwa, Indonesia menjadi tempat terindah bagi penyelam,” puji Fanda sekali lagi.
Sayangnya, aku Fanda, ia malah belum sempat merasakan sensasi lokasi diving terindah di dunia, yakni di Pulau Raja Ampat, Papua. Di Indonesia, tempat diving yang paling jauh ia selami baru Laut Ambon. “Saya ingin sekali mencoba menyelam di Raja Ampat, Papua,” akunya penasaran.
Promosikan Usaha Kecil
Fanda memulai karier pada 2005 di sebuah perusahaan telekomunikasi, FT Ekaprasarana Primatel. Sebelumnya, selama 15 tahun ia bekerja dan menetap di California, Amerika Serikat. Ia pulang karena demi menemani ibunya yang tinggal sendiri setelah ayahnya meninggal.
Dari Primatel, Fanda akhirnya sempat bekerja di lima perusahaan, mulai dari Lam Research Corporation hingga PT Smart Telecom Indonesia (Sinar Mas Telecom). Semua itu dijadikannya sebagai tempat menimba ilmu hingga akhirnya dia mendirikan perusahaan sendiri, PT Emanur Pelangi Indonesia (Maetrika), sejak setahun lalu.
Maetrika, jelas Fanda, adalah perusahaan private incubator yang mendirikan serta mengembangkan perusahaan baru. Lingkup kerjanya dimulai dari ide atau konsep, termasuk di antaranya mencari sumber pendanaan sekaligus menawarkan akses ke jaringan strategic partner, baik tingkat domestic maupun internasional.
Melalui Maetrika, Fanda berusaha membawa investor untuk melahirkan perusahaan baru yang sustainable, profitable, socially, environmentally, dan responsible. “Dalam hal ini kami beruntung karena didukung oleh manajemen yang berpengalaman internasional di berbagai bidang mulai dari teknologi informasi, kimia, telekomunikasi, konstruksi, semikonduktor, dan lain-lain,” ujar lulusan University of California ini.
Bersama seluruh karyawannya, dia berusaha membantu seorang investor secara profesional dalam memberikan insight mengenai market, tren, serta overview. Dengan menciptakan inovasi baru ini, setidaknya Fanda berharap dapat membantu menambah lapangan pekerjaan bagi banyak orang atas berdirinya perusahaan-perusahaan baru.
Terkait investor, jelasnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, banyak perbedaan yang sangat signifikan. Pasalnya, banyak pebisnis atau pemilik modal yang tidak berani menciptakan inovasi baru atau mengeluarkan sebagian dananya untuk dikelola sebaik mungkin. “Kondisi ini sebenarnya sempat terjadi di AS pada 20 atau 30 tahun lalu, sekarang situasinya berada di Indonesia,” jelas wanita kelahiran 16 Desember 1971 itu.
Menurutnya, kebanyakan pemilik modal memilih untuk menginvestasikan dananya kepada sebuah perusahaan yang sudah berjalan lama. Sebagian besar di antaranya merupakan produk-produk yang diambil dari luar negeri, sehingga diakui dapat mengurangi jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia.
“Di sini saya berusaha memberikan edukasi pada mereka, dengan berinvestasi pada produk lokal bisa memberikan dampak ekonomi bagi negeri sendiri,” tutur dia.
Diakui Fanda, proses pendirian Maetrika sangat panjang sekaligus membutuhkan perjuangan yang cukup keras. Namun, keterbatasan tenaga maupun dana tidak membuatnya lantas menyerah. Melalui berbagai situs jaringan sosial dan pendekatan pada berbagai investor, tidak sampai beberapa bulan, mulai banyak orang yang tertarik dengan bisnis tersebut.
Kini, melalui perjuangan kerasnya untuk memberikan edukasi serta membangun komunikasi yang baik terhadap para investor, perusahaannya berjalan baik. Wanita kelahiran Surabaya ini setidaknya sudah berhasil menjalankan beberapa inovasi yang dibuat, salah satunya situs jual beli belibu.com.
“Saya berusaha menginkubasi mereka, di mana perusahaan ini sebagai penengah dari investor ke masyarakat,” papar dia.
Melalui anak bisnisnya, belibu.com, yang didirikan pada 2009, Fanda berupaya ingin meningkatkan usaha wirausaha kecil menuju arah yang lebih baik. Karena itu, dia berupaya melokalisasi situs buatannya tersebut tidak hanya diakses pedagang besar, tapi juga pengusaha kecil agar dapat mempromosikan bisnisnya.
“Inilah cita-cita terbesar saya, karena kalau ini dilakukan, maka dapat meningkatkan pendapatan mereka juga,” tambah dia.
Pasalnya, selama ini yang dia ketahui banyak situs lain yang hanya memasukkan beberapa perusahaan besar saja tanpa memberikan kesempatan kepada perusahaan kecil.
“Kalau perlu dokter gigi, tukang sate di salah satu tempat, atau bahkan tukang bakso sekalipun bisa berpromosi dengan gratis. Apalagi ini juga membantu dia dalam meningkatkan pendapatannya,” imbuh dia.
Karena itu, melalui independent reseller yang dibentuknya, sedapat mungkin dapat mengedukasi para pedagang kecil untuk membuat promosi di situs miliknya. Dengan apa yang sudah dicapainya saat ini, Fanda mengaku belum merasa sukses.
“Sukses itu punya ukuran yang berbeda setiap orang. Bagi saya bisa membentuk tim yang bagus itu sudah sukses, kalau sukses untuk mendapatkan revenue berupa uang, belum. Tapi, saya percaya bisa maju asal tetap bekerja keras untuk maju,” tandas dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler

