Sabtu, 4 April 2026

Kekuatan Moral Dunia Nilai Strategis Hubungan RI-Vatikan

Penulis : Gora Kunjana
27 Des 2020 | 16:01 WIB
BAGIKAN
Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Sumber: Sejam bersama Handoko Wignjowargo,  Live di Youtube, Sabtu (26/12/2020)
Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Sumber: Sejam bersama Handoko Wignjowargo, Live di Youtube, Sabtu (26/12/2020)

JAKARTA, investor.id -  Vatikan adalah Negara kecil dengan luas wilayah hanya  0,44 kilometer persegi, dengan penduduk sekitar 850 jiwa, tidak memiliki angkatan perang, dan kekuatan ekonomi. Meski demikian Indonesia memandang sangat penting memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan Vatikan karena Takhta Suci merupakan kekuatan moral dunia.

Demikian dikemukakan Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung di acara Sejam Bersama Handoko Wignjowargo live di Youtube, Sabtu (26/12/2020).  

Kekuatan Moral Dunia Nilai Strategis Hubungan RI-Vatikan
Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Sumber: Sejam bersama Handoko Wignjowargo, Live di Youtube, Sabtu (26/12/2020)

“Sebagai negara kecil tidak signifikan namun sebagai Takhta Suci, Vatikan merupakan kekuatan moral dunia. Kekuatan moral dan spiritual yang didengarkan banyak orang, banyak negara. Itulah nilai strategis hubungan RI-Vatikan yang harus kita jaga,” jelas Amrih.

Vatikan memang diakui tidak hanya sebagai kiblat dan pusat Agama Katolik sedunia tetapi juga sebagai negara berdaulat, yang memainkan peran dalam dunia internasional sebagai moral power. Vatikan melalui Paus dan para pejabatnya selalu aktif menyuarakan penegakan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian ke seluruh dunia. Dalam hal ini, Vatikan selalu melihat berbagai isu global dari kacamata Gereja Katolik.

Advertisement

Selain kekuatan moral dunia, lanjut Dubes Amrih Jinangkung, Indonesia perlu terus menjaga dan mempererat hubungannya dengan Takhta Suci karena Vatikan merupakan negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Pengakuan Vatikan atas kemerdekaan RI  ditandai dengan pembukaan misi diplomatik Vatikan di Jakarta pada tahun 1947 di tingkat Apostolic Delegate --misi diplomatik setara dengan Kedutaan Besar namun tanpa konsulat dan tanpa kewenangan mengeluarkan visa.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Vatikan resmi dijalin sejak 25 Mei 1950, dan terus berkembang, melahirkan saling pengertian yang baik hingga saat ini.

Kekuatan Moral Dunia Nilai Strategis Hubungan RI-Vatikan
Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Sumber: Sejam bersama Handoko Wignjowargo, Live di Youtube, Sabtu (26/12/2020)

“Vatikan Negara Eropa yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 50. Pengakuan Vatikan atas kemerdekaan Indonesia ini saya kira memiliki pengaruh yang besar dan akhirnya diakui juga oleh masyarakat Internasional sehingga mendorong Negara-negara Eropa lainnya mengikuti,” urai Amrih.

Menurut dia, pengaruh atau kekuatan moral Vatikan inilah yang sesuai dengan  kepentingan Indonesia utamanya pengakuan terhadap NKRI.

“Ini yang ingin Indonesia pertahankan terkait hubungan dengan Vatikan. Ini hal yang penting karena sampai sekarang kalau kita bicara membangun bangsa dan Negara, NKRI harus tetap utuh dari dulu sampai sekarang dan ke depan,” katanya.

Lebih jauh Dubes Amrih Jinangkung mengatakan selain hal di atas, ada juga beberapa persamaan tujuan atau persamaan ide atau gagasan antara Vatikan dan Indonesia. Misalnya Vatikan selalu mengedepankan kesejahteraan manusia, keadilan, pendidikan, kemudian hak azasi manusia (HAM) atau human right dan sebagainya.

“Indonesia juga punya aspirasi yang sama, konstitusi kita memperjuangkan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia, kesejahteraan di seluruh dunia. Jadi ada beberapa hal yang sama-sama hendak kita capai. Ini yang harus kita perjuangkan, bagaimana secara bersama-sama Indonesia dan Vatikan memperjuangkan perdamaian dan keamanan lintas nasional,” paparnya.

“Tantangannya saat ini karena sedang masa pandemi adalah bagaimana menjalankan diplomasi melalui cara-cara yang tidak konvensional atau tidak seperti biasanya,” tambahnya.

Ke Indonesia pasca Covid

Kekuatan Moral Dunia Nilai Strategis Hubungan RI-Vatikan
Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan Amrih Jinangkung diterima Paus Fransiskus. Sumber: IST

Untuk diketahui, pada 7 Desember 2020 lalu, Dubes Amrih Jinangkung, telah menyerahkan Surat Kepercayaan (credential letter) kepada Paus Fransiskus. Upacara penyerahan Surat Kepercayaan berlangsung khidmat di ruang perpustakaan pribadi Paus Fransiskus di Vatikan.

Dalam pertemuan khusus setelah upacara penyerahan Surat Kepercayaan, Dubes Amrih menyampaikan antara lain update perkembangan umum Indonesia dan menanyakan kemungkinan realisasi rencana kunjungan Paus ke Indonesia.

Paus Fransiskus menyatakan komitmennya untuk mengunjungi Indonesia apabila situasi memungkinkan dan pandemi Covid -19 telah berlalu.

Kekuatan Moral Dunia Nilai Strategis Hubungan RI-Vatikan
Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan Amrih Jinangkung berfoto bersama Paus Fransiskus. Sumber: IST

Menghargai Pancasila

Setelah pertemuan dengan Paus Fransiskus, Dubes Amrih juga diterima oleh Sekretaris Negara Takhta Suci, Kardinal Pietro Parolin. Kardinal Parolin sebagai orang kedua dalam hierarki pemerintahan Takhta Suci menyampaikan antara lain pengakuan atas pluralisme di Indonesia dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

“Saat pertemuan dengan beberapa pimpinan di Vatikan, mereka menanyakan mengenai Pancasila. bagaimana Pancasila yang banyak menghadapi tantangan. Jadi dari sini saya bisa melihat Vatikan punya perhatian yang tinggi kepada Indonesia, dan Vatikan sangat menghargai Pancasila karena jarang ada negara yang memiliki dasar falsafah negara seperti Pancasila di Indonesia. Banyak negara memiliki semboyan unity in diversity, Bhinneka Tunggal Ika, tapi dengan falsafah Pancasila ini Indonesia menjadi lebih berbeda,” tuturnya.

Kekuatan Moral Dunia Nilai Strategis Hubungan RI-Vatikan
Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Sumber: Sejam bersama Handoko Wignjowargo, Live di Youtube, Sabtu (26/12/2020)

Kepada para pejabat Vatikan tersebut, Amrih menyampaikan bahwa Pancasila merupakan kesepakatan para founding father yang dari awal perjalanannya hingga saat ini selalu menghadapi tantangan, namun Pancasila selalu eksis, tetap ada hingga saat ini dan selalu dipegang sebagai dasar falsafah negara.

“Ke depan tantangan Pancasila saya kira tetap ada. Yang penting semangat kita adalah bagaimana menjaga Pancasila. Perhatian terhadap Pancaila ini satu hal yang menurut saya agak luar biasa dari Vatikan karena jarang pimpinan negara lain yang menanyakan secara eksklusif mengenai Pancasila. Saya kira ini adalah hal penting yang harus selalu saya jaga bahwa Pancasila tetap eksis sebagai dasar falsafah Indonesia,” katanya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 26 menit yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 26 menit yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Market 60 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 1 jam yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 1 jam yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 1 jam yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia