Minggu, 21 Juni 2026

Kejati Jatim Kembali Periksa Kasus Ekspor Kereta PT INKA Senilai Rp 167 Triliun

Penulis : Gayuh Satria Wicaksono
13 Sep 2024 | 16:38 WIB
BAGIKAN
Humas PT INKA Madiun Nuur Aisyah (kiri) saat mendatangi Kejari Kota Madiun
Humas PT INKA Madiun Nuur Aisyah (kiri) saat mendatangi Kejari Kota Madiun

MADIUN, investor.id – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) kembali melakukan pemeriksaan terkait kasus megakorupsi pada proyek ekspor kereta api ke Republik Demokratik Kongo (DRK), dengan nilai sebesar Rp 167 triliun.

Sejumlah orang yang bekerja di PT INKA Madiun terlihat datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun, Jumat (13/9/2024). Manajer Humas dan Protokoler PT INKA Nuur Aisyah MW juga terlihat datang ke kantor Kejari Kota Madiun.

Sayangnya, Nuur Aisyah enggan untuk memberikan statement kepada sejumlah awak media yang sudah menunggunya di depan pintu masuk Kejari Kota Madiun. Sambil berjalan ia hanya berseloroh “Nggak pengen dateng aja,” ujar Aisyah.

ADVERTISEMENT

Ia enggan menjawab pertanyaan awak media perihal kedatangannya ke Kejari Kota Madiun apakah memang benar terkait dengan kasus korupsi yang terjadi pada PT INKA. Tak berselang lama, ia langsung didampingi oleh petugas resepsionis Kejari untuk masuk ke dalam salah satu ruangan di kantor Kejari Kota Madiun.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Madiun Dicky Andi Firmansyah, membenarkan saat ini tim dari Kejati Jatim sedang meminjam salah satu ruangan di Kejari Kota Madiun untuk melakukan beberapa pemeriksaan terhadap sejumlah orang. 

Saat disinggung apakah sejumlah orang yang diperiksa tersebut dari pihak PT INKA Madiun, ia enggan untuk menjelaskan secara detail. Namun ia memastikan tim yang datang adalah dari tim penyidik Kejati Jatim.

“Kami hanya ketempatan saja, untuk materi dan siapa saja yang diundang kami tidak memonitornya. Untuk perkara yang jelas tindak pidana korupsi, siapa yang diperiksa kami tidak memonitor. Siapa yang diundang kami tidak tahu, kami ketempatan saja,” imbuh Dicky.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melakukan penggeledahan di kantor PT. INKA yang ada di Yos Sudarso, Kota Madiun pada Selasa (16/07/2024) lalu. Penggeledahan ini diduga terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek ekspor kereta api ke Negara Kongo dengan nilai sebesar Rp 167 triliun. 

Dalam penggeledahan waktu itu tim penyidik menyita sebanyak 400 dokumen dari PT. INKA. Pada saat itu sebanyak 18 orang saksi dari PT INKA hingga sejumlah orang yang terkait proyek ekspor kereta tersebut juga diperiksa oleh Kejati Jatim.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia