BP Taskin Percepat Entaskan Kemiskinan Melalui Pembangunan Digital
JAKARTA, investor.id - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mendorong akselerasi pengentasan kemiskinan melalui pembangunan digital untuk masyarakat miskin. Karenanya, BP Taskin membuka investasi di bidang pengembangan digital.
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko mengatakan, percepatan dilakukan dengan membuka peluang investasi bidang inovasi teknologi dari perusahaan asal Hong Kong yang dinilai akan bermanfaat bagi 25 juta rakyat miskin Indonesia.
"Ada 120 delegasi perusahaan asal Hong Kong yang berminat berinvestasi ke Indonesia dalam bidang inovasi teknologi informasi untuk memberantas kemiskinan, salah satunya adalah Hong Kong Cyberport. Peluang ini perlu dioptimalkan dalam upaya pemberantasan angka kemiskinan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/1/2025).
Budiman menyampaikan, BP Taskin menerima beberapa poin peluang investasi yang akan diberikan perusahaan Hongkong itu. Di antaranya perusahaan menjanjikan kemudahan akses terhadap teknologi bagi seluruh rakyat miskin Indonesia sekaligus mengedukasi mereka hingga mampu menciptakan peluang pekerjaan dalam ekosistem bisnis digital berbasis masyarakat.
Budiman menilai hal tersebut sangat positif, karena rakyat miskin bisa mendapatkan manfaat finansial secara menjanjikan dan legal dari penggunaan ponsel pintar ataupun komputer.
Hal ini lebih bermanfaat daripada digunakan untuk judi online (judol) atau pinjaman online (pinjol) tak resmi seperti yang sedang terjadi saat ini di banyak daerah di Indonesia.
Paparan disaksikan anggota DPR Hong Kong bidang teknologi dan inovasi Duncan Chiu, Chief Public Mission Officer Cyberport Hong Kong Eric Chan dan Associate Director HKSTP Eric Tong, dalam acara Kerja sama Internasional Pengentasan Kemiskinan Melalui Pembangunan Ekosistem Industri Digital dengan Cyberport Hong Kong di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses teknologi untuk golongan masyarakat miskin di Indonesia sekaligus mengedukasi hingga mampu menciptakan ekosistem bisnis digital berbasis masyarakat.
Budiman menilai, judi online dan pinjaman online tak resmi ini adalah penyakit baru yang menyelinap mengiringi perkembangan teknologi era digital global. Hal tersebut menimbulkan masalah sosial-ekonomi masyarakat yang mengkhawatirkan khusus bagi bangsa Indonesia sehingga harus diperangi bersama.
“Lebih jauh dari masalah judol dan pinjol itu. Bila terjadi kerjasama ini saya harap orang miskin kita (Indonesia) baik itu di desa atau di kota bisa dilatih membuat handphone, laptop, komputer, merancang internet untuk kemajuan pertanian dan seterusnya,” ungkap dia.
Budi menjelaskan dengan melihat peluang tersebut, BP Taskin bakal merampungkan pemetaan kewilayahan masyarakat miskin Indonesia yang menjadi sasaran investasi teknologi ini bersama dengan Badan Pusat Statistik dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. Di sisi lain parlemen dan perusahaan Hong Kong itu harus konkret merampungkan semua kebutuhan investasi dalam waktu tiga bulan ke depan.
BP Taskin optimistis pengalaman keberhasilan pemerintah Tiongkok mengentaskan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi dalam 40 tahun tahun terakhir itu juga bisa diterapkan untuk melakukan hal serupa bagi bangsa Indonesia.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

