Minggu, 5 April 2026

MPR Dukung Revisi UU Ormas untuk Perkuat Pengawasan dan Penindakan

Penulis : Yustinus Patris Paat
28 Apr 2025 | 18:44 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 April 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 April 2025. (Foto: Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyambut positif rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melakukan revisi UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas). Revisi dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan penindakan ormas yang mengganggu ketertiban umum.

“Saya menyambut gembira, meskipun saya rasa jika penegakan hukum dilakukan secara kuat dan konsekuen, ya perubahan legislasi itu mungkin tidak perlu," ujar Eddy di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025). 

Eddy mengingatkan, percuma target-target investasi tinggi, jika di lapangan, banyak aksi-aksi premanisme yang menghambat jalannya investasi tersebut. Karena itu, Eddy mendorong ada penguatan penegakan hukum di lapangan, terutama implementasi UU Ormas yang sudah ada.

ADVERTISEMENT

"Saya kira itu kan kewenangannya pemerintah (revisi UU Ormas) dan kalau memang pemerintah merasa bahwa perlu ada penguatan dari aspek pengawasan ormasnya, ya tentu kami akan mendukung karena kita perlu pengawasan," tutur dia.

"Soal pembubaran ormas kan sudah ada. Ormas yang kemudian mengganggu ketertiban umum itu bisa dibubarkan. Esensi daripada undang-undang ormas yang baru direvisi itu kan adalah untuk mempercepat proses likuidasi, pembubaran dari ormas," kata Eddy menambahkan. 

Eddy mengatakan investasi merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi 8% pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Terutama, ketika 2 faktor pendorong pertumbuhan ekonomi lainnya mengalami perlambatan, yakni belanja konsumen dan ekspor.

Menurut Eddy, kinerja ekspor Indonesia akan terpengaruh oleh turunnya harga-harga komoditas dunia. Ditambah ketidakpastian karena perdang dagang yang berlanjut perang tarif.

“Nah, adanya pelemahan di sektor belanja konsumen dan adanya juga penurunan dari harga-harga komoditas dunia, maka yang perlu diandalkan itu adalah investasi," jelas Eddy. 

Karena itu, Eddy mengatakan investasi harus dijaga keberlangsungannya. Pasalnya, mengganggu investasi sama artinya mengganggu upaya pemerintah untuk mencapai pertemuan ekonomi 8%.

"Karena itu, kita harus segera melakukan tindakan terhadap aksi-aksi premanisme yang sering berkedok ormas tersebut agar Indonesia bisa mengirimkan sinyal yang kuat kepada dunia usaha, kepada pelaku investasi bahwa Indonesia itu tidak akan mentolerir dalam tanda kutip aksi-aksi koboy, premanisme yang sering berkedok ormas tersebut," pungkas Eddy.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia