Mensos Targetkan Proses Reaktivasi Kepesertaan BPJS PBI Rampung Bulan April
JAKARTA, investor.id - Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf menargetkan proses reaktivasi kepesertaan BPJS PBI rampung pada bulan April 2026 mendatang. Proses reaktivasi tersebut mengacu pada data pengecekan lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Proses reaktivasi kepesertaan BPJS PBI yang sempat dinonaktifkan oleh Kemensos RI telah dilakukan sejak sepekan terakhir. Sedikitnya terdapat 11 juta peserta BPJS PBI yang kepesertaannya dinonaktifkan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 106 ribu peserta telah kembali diaktifkan kepesertaannya oleh Kemensos.
"Reaktivasi ini diprioritaskan bagi peserta yang menderita penyakit katastropik dan memerlukan pengobatan rutin berkala," kata Syaifullah saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (STR) 44 di Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Mensos Syaifullah menyebut, proses reaktivasi terhadap 106 ribu kepesertaan tersebut ditargetkan rampung sebelum Lebaran. Sementara itu, kepesertaan lainnya akan direaktivasi secara bertahap.
Proses reaktivasi bagi jutaan peserta BPJS PBI ini dilakukan berdasarkan data pengecekan lapangan atau ground check. Kemensos RI dan BPS akan melakukan pengecekan terhadap 11 juta kepesertaan yang sebelumnya dinonaktifkan.
Syaifullah menambahkan, proses ground check ditargetkan rampung maksimal pada April 2026. Masyarakat juga diharapkan proaktif selama proses pengecekan lapangan berlangsung.
Dijelaskannya, penonaktifan kepesertaan BPJS PBI dilakukan berdasarkan Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS. Data tersebut disajikan dalam bentuk peringkat dengan pembagian sepuluh desil.
Kepesertaan BPJS PBI yang dinonaktifkan berada pada desil enam hingga sepuluh, sedangkan peserta pada desil satu hingga lima tetap aktif.
"Namun, bagi peserta yang menderita penyakit katastropik meski berada di desil enam hingga sepuluh, dilakukan migrasi ke desil satu hingga lima agar tetap mendapatkan bantuan," terangnya.
Data Kepesertaan Bersifat Dinamis
Syaifullah menegaskan, PBI JKN merupakan bantuan dari APBN atas arahan Presiden. Tahun ini, alokasi PBI JKN mencapai 96.800 orang yang dibagi ke seluruh kabupaten/kota. Selain itu, terdapat pula PBI dari pemerintah daerah.
Secara nasional, sekitar 50% penduduk mendapatkan dukungan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan iuran yang dibayarkan pemerintah.
Menurutnya, data kepesertaan bersifat dinamis karena adanya perubahan seperti kelahiran, kematian, perpindahan tempat tinggal, hingga perubahan status ekonomi.
"Sejak 2025, pemerintah menggunakan DTSEN sebagai pedoman tunggal, dengan pemeringkatan desil satu hingga sepuluh," ungka Syaifullah.
Peserta BPJS PBI Dengan Penyakit Kronis dapat Reaktivasi Otomatis
Mensos Syaifullah menambahkan, peserta pada desil enam hingga sepuluh dialihkan dan sebagian dinonaktifkan, namun tetap diberikan kesempatan untuk mengajukan reaktivasi apabila memang membutuhkan dan terdapat kekeliruan data.
Untuk peserta dengan penyakit kronis atau katastropik, reaktivasi dilakukan secara otomatis, sambil tetap menjalani proses ground check sebagai dasar penyaluran PBI tahap berikutnya dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
“Sekitar 106 ribu kita targetkan selesai dalam dua bulan. Sisanya dari 11 juta peserta, kita harapkan tiga bulan atau maksimal April sudah selesai,” pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






