Minggu, 5 April 2026

PDIP Dukung Rencana Prabowo Kirim 8.000 TNI untuk Pasukan Perdamaian di Gaza

Penulis : Mita Hapsari
15 Feb 2026 | 16:35 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti rencana Presiden Prabowo Subianto mengirim 8.000 personel TNI untuk pasukan perdamaian di Gaza, Palestina. Menurut Hasto, konsistensi Indonesia penting dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif.

Hasto berharap agar pemerintah tetap memanfaatkan posisi historis Indonesia sebagai penggagas solidaritas negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk mendorong perdamaian abadi, khususnya di Timur Tengah. 

Menurutnya, prinsip politik luar negeri bebas aktif sejatinya bertujuan membangun persaudaraan dunia dan membebaskan umat manusia dari berbagai bentuk penjajahan

ADVERTISEMENT

"Bahwa sistem internasional yang anarkis ini harus diubah oleh Indonesia, termasuk melalui PBB. Hanya PBB seringkali tidak efektif karena adanya Hak Veto. Padahal sistem internasional sudah berbeda. Hak Veto itu kan diberikan kepada pemenang perang dunia kedua, kecuali Tiongkok itu atas perjuangan kita," kata Hasto di Senayan, Jakarta, Minggu (15/1/2026).

Ia berharap, Indonesia justru dapat mengambil peran memimpin. Sebab, menurutnya, Indonesia memiliki modal sejarah dan moral untuk mengambil peran kepemimpinan global dalam mengupayakan perdamaian, bukan sekadar mengikuti arus kekuatan besar. 

"Jadi kami mengharapkan justru Indonesia menjadi leader-nya, mengambil suatu prakarsa-prakarsa aktif berdasarkan aspek-aspek historis yang telah dicapai oleh Indonesia. Dasa Sila Bandung misalnya, itu bisa menjadi hukum internasional yang diperjuangkan oleh Indonesia sebagai prinsip-prinsip pokok di dalam membangun perdamaian antara Palestina dan Israel," ungkap Hasto.

Menanggapi kemungkinan pengiriman pasukan perdamaian di luar mekanisme PBB, Hasto menegaskan bahwa dalam tradisi diplomasi Indonesia, pengiriman pasukan selalu dilakukan di bawah mandat PBB. Menurutnya, membentuk badan baru di luar PBB justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dan melemahkan tatanan internasional yang telah disepakati bersama. 

“Ketika PBB belum berhasil menyelesaikan persoalan Timur Tengah, yang harus dilakukan adalah menggalang kekuatan mayoritas negara di dalam PBB, bukan membentuk badan baru di luar mekanisme tersebut,” katanya.

Selain faktor historis, Hasto juga mengingatkan faktor ekonomi Indonesia yang dinilainya memiliki keterbatasan fiskal nasional. Ia menilai penyelesaian konflik melalui jalur PBB dengan kepemimpinan dan prakarsa Indonesia akan jauh lebih efektif serta lebih efisien dari sisi pembiayaan dibandingkan skema di luar PBB.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia