Satgas Pantau Bandara yang Rawan Dijadikan Keberangkatan Jemaah Haji Ilegal
JAKARTA, investor.id - Satgas Haji telah memetakan beberapa embarkasi yang dipandang rawan untuk pemberangkatan jemaah haji ilegal. Titik-titik ini akan dipantau ketat demi mengantisipasi adanya masyarakat yang hendak berangkat memakai visa nonhaji.bDirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Harun Al Rasyid menyebutkan beberapa embarkasi tersebut antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Juanda Surabaya, Lombok, dan Batam.
“Itu antara lain yang kita lakukan pemantauan," ujarnya saat memberi keterangan kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baru-baru ini, Harun melaporkan Satgas Haji telah menggagalkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak menunaikan ibadah haji secara ilegal di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (18/4/2026). Mereka diduga hendak melaksanakan haji menggunakan visa nonhaji.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara Satgas Haji bentukan Polri dengan jajaran Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta. Kini, masalah tersebut tengah didalami lebih lanjut.
Harun memastikan, semua pihak yang diduga terlibat dalam masalah itu tentu akan didalami dan dianalisis hubungan antarmereka. Pendalaman mulai dari terhadap para jemaah yang dirugikan maupun pihak travel yang memberangkatkan.
"Saat ini sedang dilakukan pendalaman terkait dengan kegiatan mobilisasi delapan warga negara Indonesia yang melaksanakan haji dengan menggunakan visa nonhaji ini," ungkap Harun.
Sementara itu, Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Nanang Supriatna menyampaikan, Satgas Haji bakal menjalin kolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah hingga di tingkat kabupaten/kota. Kepolisian juga membuka hotline pengaduan melalui nomor 081218899191. Dia memastikan masyarakat dapat memanfaatkan nomor tersebut jika hendak melaporkan dugaan penyimpangan.
"Ini bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat khususnya yang akan melaksanakan atau niat melaksanakan ibadah haji tahun ini, apabila ada hal-hal yang memang dirasa mungkin ada indikasi-indikasi penipuan bisa melaporkan melalui hotline tersebut," ujar Nanang.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






