Batam Catat Aksi Bersih Lingkungan Tercepat di Indonesia
BATAM, investor.id – Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam mencatat aksi bersih lingkungan yang disebut sebagai salah satu yang tercepat di tingkat nasional, setelah lebih dari 600 relawan berhasil mengumpulkan 10 ton sampah di kawasan Rempang hanya dalam waktu satu jam.
Aksi kolaboratif yang digelar melalui Gugus Tugas Batam Maju, unit lintas kedeputian BP Batam binaan Deputi Infrastruktur Moris Limanto, ini menjadi sorotan karena menunjukkan efektivitas gerakan berbasis partisipasi masyarakat dalam penanganan persoalan lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat Rempang, komunitas lingkungan, pelaku UMKM Rempang Eco City binaan PT Makmur Elok Graha (MEG), Artha Graha Peduli, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, hingga startup lingkungan CONTAINDER. Aksi ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Nasional 2026.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kekuatan kolaborasi lintas sektor.
“Ini adalah bukti bahwa kerja bersama mampu menghasilkan dampak besar dalam waktu singkat. Ke depan, kami ingin gerakan seperti ini menjadi bagian dari sistem, bukan sekadar seremonial,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (24/4/2026).
Ketua Gugus Tugas Batam Maju Li Claudia Chandra menilai, keterlibatan langsung masyarakat menjadi kunci utama dalam membentuk perubahan perilaku lingkungan yang berkelanjutan. “Ketika masyarakat terlibat langsung, akan tumbuh kesadaran dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Itu fondasi keberlanjutan,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Gugus Tugas Batam Maju sekaligus Deputi Infrastruktur BP Batam, Moris Limanto, menyebut aksi ini merupakan bagian dari strategi program berbasis dampak nyata yang terus diperluas, termasuk penguatan ekonomi masyarakat.
Dari sisi lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam mencatat timbulan sampah di wilayah tersebut mencapai lebih dari 20.000 ton per tahun, termasuk di kawasan pesisir seperti Rempang, yang masih menghadapi tantangan sistem pengelolaan yang belum sepenuhnya terintegrasi.
Direktur Utama PT MEG, Nuraini Setiawati, menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui keterlibatan UMKM. “Selain lingkungan lebih bersih, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi warga melalui UMKM Rempang Eco City. Kami juga mendorong program reforestasi sebagai bagian dari pemulihan ekologi,” ujarnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


