Minggu, 21 Juni 2026

Zulhas: Program MBG untuk Siapkan Generasi Cerdas, Bukan Cari Untung

Penulis : Edward Kusuma
26 Apr 2026 | 17:29 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (B-Universe/Erfan Ma
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (B-Universe/Erfan Ma

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan tujuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah untuk membuat anak-anak Indonesia jadi cerdas, bukan untuk mencari untung.

"Ini tidak hanya bisnis, tidak hanya mencari untung tidak hanya sekedar menyiapkan makanan tetapi ini misi untuk bangsa indonesia program bapak presiden, ini misi anak indonesia yang ingin anak kita sempurna fisik dan kecerdasannya," ujar Zulhas, di Pasar Rebo, Jaktim, Minggu (26/4/2026).

Zulhas mengatakan, program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, bukan sekedar bagi-bagi makanan. Tetapi untuk menciptakan generasi Indonesia emas di masa depan.

ADVERTISEMENT

"Juga cerdas otaknya karena gizi cukup sehingga IQ anak-anak kita bisa 110 ke atas kalau sudah bergizi otak sudah sempurna, maka otak anak-anak kita bisa mengikuti pendidikan secanggih atau seberat apapun sehingga bisa bersaing negara lain," ujarnya.

Menurut Zulhas, dengan menciptakan generasi cerdas, program MBG juga bertujuan membangun peradaban Indonesia. Hal tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak Indonesia ke depan aar mampu bersaing secara global. 

Karena itu, dia mengharapkan para pelaku usaha dalam MBG, tidak hanya berpikir cari untung. Tapi berpikir untuk masa depan sehingga dalam mengerjakannya juga dengan penuh rasa cinta.

"Ya tentu usaha harus ada untungnya ada lebihnya untuk berkembang itu iya penting tetapi yang lebih penting lagi kita membawa misi untuk anak-anak Indonesia, jadi tolong semua kita kerjakan dengan rasa, tidak sekedar angka-angka, tidak sekedar jumlah anak dan piring tetapi juga rasa cinta tanah air cinta indonesia agar menjadi negara maju," tuturnya

Zulhas mengatakan sehebat apapun kurikulum pendidikan yang dibuat oleh pemerintah. Kalau gizi anak tidak tercukupi kemampuannya jadi terbatas. 

"Kalau anak-anak kita tidak bergizi dia ngantuk untuk sekolah dia tidak sanggup bersaing dengan negara lain karena kemampuan, kemampuan terbatas karena kurang bergizi," tutup.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia