Minggu, 21 Juni 2026

Mixed Traffic Dinilai Rentan, KAI Disarankan Perbaiki Sistem Keselamatan

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
28 Apr 2026 | 13:15 WIB
BAGIKAN
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. (Istimewa)
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyatakan, insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) menunjukkan kerentanan sistemik perkeretaapian nasional. Hal ini perlu segera diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa.

Ketua Forum Perkeretaapian MTI Deddy Herlambang mengatakan, kerentanan ini, terjadi pada lintas padat berbasis mixed traffic (KRL+KA jarak jauh), sistem pengendalian perjalanan kereta, hingga mitigasi risiko kecelakaan kereta api. 

"Khusus lintas lalu lintas perjalanan kereta api padat yang over kapasitas lintas segera dilanjutkan dibangun double-double track dari Bekasi ke Cikarang untuk pemisah perjalanan (track segregation policy) KRL dan Kereta Api antarkota, sehingga terjamin keselamatan perjalanan kereta api," ungkap Deddy dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Deddy juga menekankan perlunya audit terhadap pengendali perjalanan kereta api terpusat (PPKT). Audit ini untuk menentukan apakah tepat memantau posisi dan mengatur lalu lintas kereta di lintas Bekasi-Cikarang melalui layar dan panel kendali.

Deddy turut mendorong adanya mitigasi persinyalan kereta api melalui reformasi sistem keselamatan berbasis teknologi.

Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan automatic train protection (ATP) untuk kereta api antarkota (jarak jauh) dan penggunaan sinyal ETCS level 1 atau 2 CBTC kereta api perkotaan atau KRL.

Selain itu, berdasarkan insiden ini, Deddy menyoroti bagaimana sistem keselamatan kereta api masih reaktif atau post incident dan belum berbasis risk based safety management. Hal lainnya yakni minimnya integrasi antara operasi sarana dan prasarana kereta api.

"Perlunya upgrade sarana dan prasarana perkeretaapian nasional yang lebih berkeselamatan yang terintegrasi dari manajemen kelembagaan antara regulator dan pemilik prasarana perkeretaapian yakni DJKA (Kemenhub) dan operator sarana perkeretaapian yakni PT KAI," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 60 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia