Minggu, 21 Juni 2026

Buruh Sorot Penggunaan AI Tanpa Regulasi Bisa Jadi Bumerang

Penulis : Bambang Ismoyo
1 Mei 2026 | 14:45 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz)
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) memberikan peringatan keras terkait pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) di dunia kerja. Teknologi ini dinilai sebagai pisau bermata dua yang bisa mengancam masa depan tenaga kerja manusia jika tidak dikelola dengan bijak.

Presiden Aspirasi, Mirah Sumirat, menyatakan meskipun AI mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, keberadaannya tanpa regulasi yang kuat sangat berisiko. AI berpotensi menggantikan peran manusia secara masif, memperlebar jurang ketimpangan, hingga memicu eksploitasi kerja berbasis digital model baru.

"Tanpa regulasi yang kuat, AI berpotensi menggantikan peran manusia dan memperluas ketimpangan," tegas Mirah dalam keterangannya bertepatan dengan peringatan Hari Buruh, Jumat (1/5/2026).

Buruh Sorot Penggunaan AI Tanpa Regulasi Bisa Jadi Bumerang
Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz)

Mendorong Kolaborasi, Bukan Penggantian

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran akan kehilangan mata pencaharian kini menghantui buruh di berbagai sektor. Mirah menekankan bahwa negara harus hadir secara aktif untuk memastikan pemanfaatan teknologi tidak merugikan rakyat. Ia mendorong pemerintah untuk menjamin penerapan konsep human-machine collaboration yang adil.

Dalam konsep tersebut, teknologi diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung kinerja manusia, bukan sebagai pengganti total posisi pekerja. Selain itu, Mirah mendesak perusahaan agar diwajibkan memberikan pelatihan atau upskilling bagi karyawan yang terdampak oleh otomatisasi.

Buruh meminta agar transformasi digital nasional tidak berjalan tanpa arah dan tanggung jawab sosial. Regulasi yang adaptif sangat diperlukan agar inovasi teknologi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

"Transformasi digital tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan. Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja," pungkas Mirah.

Isu penggunaan AI menjadi tema krusial dalam peringatan Hari Buruh 2026 seiring dengan semakin masifnya integrasi teknologi dalam operasional perusahaan. Berdasarkan data perkembangan industri global, sektor-sektor seperti manufaktur, layanan pelanggan, hingga administrasi mulai beralih menggunakan sistem otomatisasi untuk menekan biaya operasional.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah berupaya menyeimbangkan visi transformasi digital nasional dengan perlindungan hak-hak dasar pekerja. Tanpa adanya jaminan hukum yang mewajibkan perusahaan melakukan transisi yang adil (just transition), dikhawatirkan angka pengangguran akan meningkat akibat ketidakmampuan tenaga kerja beradaptasi dengan alat kerja baru.

Oleh karena itu, tuntutan buruh terkait regulasi AI bukan sekadar penolakan terhadap teknologi, melainkan desakan agar inovasi tetap berjalan selaras dengan keadilan sosial dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia