Minggu, 21 Juni 2026

Prabowo: Krisis Bikin Negara Lain Panik, Indonesia Aman

Penulis : Celvin M. Sipahutar
2 Mei 2026 | 09:32 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz)
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap aman di tengah gejolak geopolitik dan geoekonomi. Kondisi tersebut ditopang oleh ketahanan pangan dan energi nasional yang dinilai masih terjaga.

Menurut Prabowo, langkah-langkah yang diambil pemerintah sudah tepat sehingga stabilitas nasional tetap terjaga. Situasi ini cenderung berbanding terbalik dengan negara-negara lain yang harus menghadapi krisis.

"Saudara-saudara perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis, banyak negara sudah panik, kita masih aman," kata Prabowo dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Jumat (1/5/2026).

Prabowo menekankan kondisi Indonesia relatif stabil, terutama dari sisi ketahanan pangan dan energi. Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan, sementara pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih terjaga.

ADVERTISEMENT

Per April 2026, stok cadangan beras pemerintah yang dikelola oleh Perum Bulog telah menembus 5 juta ton. Kementerian Pertanian mencatat, angka tersebut merupakan capaian bersejarah dalam ketahanan pangan.

Selain beras, pemerintah juga terus mendorong swasembada untuk komoditas lainnya, termasuk jagung yang ditargetkan pada 2026.

Sementara itu, Prabowo telah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada energi paling lambat pada 2029, dengan fokus mengurangi impor BBM dan beralih ke energi baru terbarukan (EBT).

"Kita swasembada pangan, pangan kita aman, BBM kita masih aman. Beberapa tahun lagi, kita tidak lama lagi, kita akan swasembada BBM, swasembada energi," jelas Prabowo.

Prabowo juga menyoroti besarnya potensi kekayaan sumber daya alam Indonesia yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

Kepala negara mengungkapkan, pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap praktik ilegal, seperti pembukaan lahan dan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Hingga saat ini, pemerintah telah berhasil menguasai kembali hampir 5 juta hektare (Ha) lahan yang sebelumnya bermasalah, dengan target mencapai 8 juta Ha pada akhir 2026.

Selain itu, ribuan tambang ilegal disebut telah ditutup sebagai bagian dari upaya penertiban sektor sumber daya alam. Menurut presiden, seluruh aset yang berhasil ditertibkan tersebut akan dikelola oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

"Kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, ribuan dan ini kita akan kelola. Ini nanti akan kita kuasai semua untuk kemakmuran rakyat Indonesia," pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 27 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia