Sabtu, 4 April 2026

BeritaSatu Media Holding Masuk 12 Grup Besar Penguasa Media

Penulis : Antara
8 Mar 2012 | 17:53 WIB
BAGIKAN

JAKARTA - BeritaSatu Media Holding termasuk dalam 12 grup media besar  yang menguasai hampir seluruh kanal media di Indonesia. Demikian hasil riset Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) yang diumumkan di Jakarta, Kamis.

"Hasil penelitian kami bekerja sama dengan lembaga non pemerintah Hivos Asia Tenggara menunjukkan bahwa ada 12 grup media besar yang menguasai Indonesia," kata Peneliti CIPG Yanuar Nugroho didampingi peneliti lainnya yakni Dinita Andriani Putri dan Muhammad Fajri Siregar.

Dia menjelaskan, grup tersebut adalah MNC Media Group, Jawa Pos Group, Kompas Gramedia Group, Mahaka Media Group, Elang Mahkota Teknologi, CT Corp, Visi Media Asia, Media Group, MRA Media, Femina Group, Tempo Inti Media dan BeritaSatu Media Holding.

BeritaSatu Media Holding merupakan perusahaan multimedia terintegrasi yang di dalamnya terdapat banyak media dan brand, termasuk media cetak berbahasa Indonesia, yakni Suara Pembaruan dan Investor Daily. Ada juga media cetak berbahasa Inggris, yaitu Jakar ta Globe dan Strait Times Indonesia, surat kabar hasil kerja sama dengan Singapore Press.

Grup media ini juga menerbitkan dua majalah bisnis terkemuka di Indonesia, yaitu Majalah Investor dalam bahasa Indonesia dan Globe Asia dalam bahasa Inggris. Perusahaan juga menerbitkan media The Peak, Campus Asia, dan Kemang Buzz.  Beritasatu Media Holdings juga menerbitkan media portal 24 jam BeritaSatu.com dan BeritaSatu TV.

Yanuar Nugroho mengatakan, meskipun konsentrasi kepemilikan media semacam itu bukanlah monopoli, struktur industri seperti itu mempunyai implikasi serius dalam konteks ruang publik dalam bermedia.

Para peneliti, tambah Yanuar, menilai bahwa konsentrasi kepemilikan berdampak tak hanya pada keputusan redaksi lewat intervensi pemilik melalui "agenda setting" namun corak industri media juga mengakibatkan terjadinya uniformitas isi media karena prinsip pasar dan mengejar rating.

Dalam konteks tersebut, kata dia, pemusatan kepemilikan tersebut bisa jadi disebabkan oleh tidak tegasnya regulator.

"Lembaga penyiaran publik seperti TVRI dan RRI seharusnya menjadi pilihan untuk mengimbangi media swasta baik dalam sisi konten maupun jangkauan penyiaran sehingga saat industri media mengedepankan aspek komersil dari pemberitaan, penyiaran publik harusnya bisa tampil lebih strategis dan bebas dari kepentingan modal dan berpihak ke publik," katanya.

Aspirasi publik yang tidak tertampung di media arus utama mendorong munculnya media komunitas dan media online alternatif meskipun pada perkembangannya terhambat oleh regulasi yang kurang mendukung.

"Internet sebagai salah satu harapan bagi partisipasi warga dalam bermedia melalui jejaring sosial dan blog juga terhambat oleh ketidakmerataan infrastrukturnya yang masih terpusat di Indonesia bagian Barat," kata Yanuar seperti dikutip Antara.

Riset CIPG dan HIVOS menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur media dan penguatan institusi media publik adalah sarana untuk mengembalikan ruang publik dalam bermedia.

"Tentu saja hal ini perlu di dukung oleh pemerintah lewat kebijakan media yang memadai dan juga keterlibatan masyarakat dalam menuntut haknya dalam bermedia," katanya. (*/gor)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 21 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 43 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 45 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 57 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia