Bappenas: Ekonomi Hijau Sumber Pertumbuhan Ekonomi di Masa Depan
JAKARTA, investor.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan ekonomi hijau dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pasca pandemi Covid-19 seluruh negara berambisi mengejar ketertinggalan ekonomi karena dampak pandemi.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan ekonomi hijau bisa memberikan dampak terhadap transisi energi, transportasi bersih, berkelanjutan bagi lahan dan pertanian berkelanjutan. sumber daya air yang berkelanjutan, ekonomi sirkular dan juga ekonomi biru.
“Ekonomi (hijau) di Indonesia akan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan,” ucap Amalia dalam workshop secara daring pada Senin (7/3).
Penerapan ekonomi hijau juga menjadi upaya menangani terjadinya perubahan iklim. Kondisi perubahan iklim berdampak menyebabkan terjadinya bencana hidrologi. Bila dilihat bencana hidrologi berperan hingga 80% terhadap keseluruhan bencana alam di Indonesia.
“Dari bencana yang terjadi dapat memberikan dampak pengurangan pertumbuhan ekonomi di kisaran 0,66% hingga 3,45% sampai tahun 2030,” ucap Amalia.
Oleh karena itu pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terus berupaya untuk mengurangi risiko dari perubahan iklim.
Amalia mengatakan pemerintah terus mengupayakan transisi menuju ekonomi hijau. Diperlukan kebijakan tegas agar langkah transisi berjalan baik. Strategi nasional Indonesia dijalankan selaras dengan strategi global.
“Kami berusaha untuk mengimplementasikan ekonomi hijau dengan meningkatkan kerjasama antar pemangku kepentingan dalam suatu negara seperti publik, swasta, dan juga pemangku kepentingan lainnya,” ucap Amalia.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingya peran industri energi baru terbarukan menjadi sangat penting. Pemerintah telah menetapkan ekonomi hijau sebagai strategi utama transformasi ekonomi jangka menengah panjang.
“Transformasi adalah kunci percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi dan mendorong pertumbuhan pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan,” ucap Airlangga.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler


