Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp 508 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dipercaya untuk membangun sejumlah infrastruktur kereta api (KA) di wilayah Medan dan sekitarnya.
Pekerjaan tersebut tertuang dalam kontrak baru yang ditandatangani Senior Vice President (SVP) Building Division Anak Agung Gede Sumadi bersama Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) Kemeterian Perhubungan Muhlis Hanggani Capah pada pekan lalu. Penandatangan ini disaksikan juga oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbagut, Dandun Prakosa.
Di dalam kontrak tersebut, Waskita dipercaya untuk pembangunan proyek Jalur Kereta Api Lintas Medan-Binjai dan Medan-Araskabu (JLKAMB 1) dengan nilai kontrak Rp 126 Miliar.
Selain itu, Waskita juga meraih kontrak untuk pembangunan emplasemen dan bangunan Stasiun Medan Tahap II (JLKAMB 6) dengan nilai kontrak Rp 382 miliar. Stasiun ini adalah stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Kesawan (Medan Barat) dan Gang Buntu (Medan Timur). Stasiun yang terletak pada ketinggian +22 meter di atas permukaan laut ini merupakan stasiun kereta api utama PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh yang setiap harinya melayani ribuan penumpang ke berbagai wilayah di Sumatra Utara.
Direktur Operasi I Waskita Karya I Ketut Pasek Senjaya Putra mengatakan bahwa proyek pekerjaan ini banyak tantangan terutama pada pembangunan stasiun utama Kota Medan.
“Pekerjaan Pembangunan Emplasemen dan Bangunan Stasiun Medan Tahap II ini adalah pekerjaan pengembangan yang penuh tantangan karena stasiun yang masih aktif beroperasi. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan ini adalah lokasi yang sudah terbangun jalur elevated dan jalur track bawah yang aktif digunakan,” ujar Pasek dalam keterangan resmi, Senin (18/4/2022).
Sementara itu, SVP Building Division Waskita Karya, Anak Agung Gede Sumadi menambahkan dari alat berat yang akan digunakan dalam pekerjaan ini seperti mesin bore pile, crane, juga launcher gantry membutuhkan space atau ruang bebas dalam melakukan aktivitas.
“Masing-masing proyek ini membutuhkan waktu pengerjaan 900 hari. Koordinasi dengan pihak Kereta Api sangatlah diperlukan karena pekerjaan dapat dilakukan pada saat window time atau kereta api tidak dalam posisi melayani penumpang dalam menaikkan atau menurunkan penumpang di stasiun tersebut atau pada titik pekerjaan,” tambah Agung.
Baca Juga:
Kembangkan Baterai, Anak Usaha Antam (ANTM) IBC Kantongi US$ 15 Miliar dari Korsel dan TiongkokUntuk diketahui, pembangunan JLKAMB 1 lintas Medan-Binjai dilakukan dari Km 0+000 s/d Km 1+745 (P0-P8) dan untuk lintas Medan-Araskabu yaitu Km 0+000 s/d Km 0+500. Lingkup pekerjaan Waskita pada pembangunan jalur kereta api ini nantinya, meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan pendukung teknis, pekerjaan pier, dan pekerjaan track.
Sementara pada pembangunan JLKAMB 6 adalah pembangunan stasiun kereta api elevated. Titik pekerjaan berada pada stasiun eksisting (Stasiun Medan) yang aktif beroperasi. Lingkup pekerjaan Waskita pada pembangunan stasiun ini, yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan bore pile, pile cap, pier, box gider, voided slab, struktur baja sampai mekanikal dan elektrikal.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






