Jumat, 15 Mei 2026

Bambang Soesatyo: Cegah Hiperinflasi, Pemerintah Diminta Jaga Inflasi

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Aug 2022 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato pengantar pada sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD di Ruang Rapat Paripurna, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 16 Agustus 2022. (Youtube BeritaSatu TV)
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato pengantar pada sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD di Ruang Rapat Paripurna, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 16 Agustus 2022. (Youtube BeritaSatu TV)

JAKARTA, Investor.id - Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah untuk menjaga kestabilan inflasi. Sebab, jika tidak dijaga dengan baik, inflasi bisa mengancaman perekonomian nasional.

Hingga Agustus 2022, inflasi sudah mencapai 4,94% berada di atas ambang batas target pemerintah, yaitu 3,5% plus minus 1%.

”Hingga Agustus 2022, inflasi diprediksi kembali naik menuju kisaran 5 hingga 6%. Bahkan, September 2022, bisa terjadi hiper-inflasi dengan angka inflasi pada kisaran 10-12%,” ucap Bambang Soesatyo dalam Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 pada Selasa (16/8).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, lonjakan harga minyak dunia sejak awal April 2022 akan membuat rata-rata harga minyak tahun ini berada dalam kisaran US$ 98 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi APBN 2022 sebesar US$ 63 per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite, Solar, dan LPG, sudah mencapai Rp. 502 triliun.

“Kenaikan harga minyak yang tinggi tentunya akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi. Tidak ada negara yang memberikan subsidi sebesar itu,” kata Bambang.

Menurut data International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, perekonomian 66 negara diprediksi akan bangkrut dan ambruk. Kondisi perlambatan dan kontraksi pertumbuhan ekonomi global, semakin diperparah dengan tingginya kenaikan inflasi.

Menurut Bambang, pemerintah dan Bank Indonesia juga harus memperhatikan hal-hal yang menjadi potensi krisis global. Pada sektor fiskal, tantangan yang harus dihadapi adalah normalisasi defisit anggaran, menjaga proporsi utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto, dan keberlanjutan pembiayaan infrastruktur.

“Dari segi moneter, tantangan terbesar adalah mengendalikan laju inflasi, menjaga cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah,” ucapnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia