Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato pengantar pada sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD di Ruang Rapat Paripurna, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 16 Agustus 2022. (Youtube BeritaSatu TV)

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato pengantar pada sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR dan DPD di Ruang Rapat Paripurna, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 16 Agustus 2022. (Youtube BeritaSatu TV)

Bambang Soesatyo: Cegah Hiperinflasi, Pemerintah Diminta Jaga Inflasi

Selasa, 16 Aug 2022 | 10:30 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah untuk menjaga kestabilan inflasi. Sebab, jika tidak dijaga dengan baik, inflasi bisa mengancaman perekonomian nasional.

Hingga Agustus 2022, inflasi sudah mencapai 4,94% berada di atas ambang batas target pemerintah, yaitu 3,5% plus minus 1%.

Baca juga: Bambang Soesatyo Buka Sidang Tahunan MPR

”Hingga Agustus 2022, inflasi diprediksi kembali naik menuju kisaran 5 hingga 6%. Bahkan, September 2022, bisa terjadi hiper-inflasi dengan angka inflasi pada kisaran 10-12%,” ucap Bambang Soesatyo dalam Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 pada Selasa (16/8).

Advertisement

Dia mengatakan, lonjakan harga minyak dunia sejak awal April 2022 akan membuat rata-rata harga minyak tahun ini berada dalam kisaran US$ 98 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi APBN 2022 sebesar US$ 63 per barel. Di sisi lain, beban subsidi untuk BBM, Pertalite, Solar, dan LPG, sudah mencapai Rp. 502 triliun.

“Kenaikan harga minyak yang tinggi tentunya akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi, untuk meredam tekanan inflasi. Tidak ada negara yang memberikan subsidi sebesar itu,” kata Bambang.

Menurut data International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia, perekonomian 66 negara diprediksi akan bangkrut dan ambruk. Kondisi perlambatan dan kontraksi pertumbuhan ekonomi global, semakin diperparah dengan tingginya kenaikan inflasi.

Baca juga: Hadiri Sidang Tahunan MPR, Jokowi Kenakan Baju Adat Paksian dari Bangka Belitung

Menurut Bambang, pemerintah dan Bank Indonesia juga harus memperhatikan hal-hal yang menjadi potensi krisis global. Pada sektor fiskal, tantangan yang harus dihadapi adalah normalisasi defisit anggaran, menjaga proporsi utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto, dan keberlanjutan pembiayaan infrastruktur.

“Dari segi moneter, tantangan terbesar adalah mengendalikan laju inflasi, menjaga cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah,” ucapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com