Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Minta Belanja APBN dan APDB Dipercepat

Penulis : Triyan Pangastuti
2 Des 2022 | 02:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2023 di Istana Negara, Kamis 1 Desember 2022.  (B-Universe Photo/Ichsan Ali)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2023 di Istana Negara, Kamis 1 Desember 2022. (B-Universe Photo/Ichsan Ali)

JAKARTA, Investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta realisasi belanja di APBN maupun APBD, khususnya belanja modal dan belanja sosial dipercepat. Alasannya, belanja pemerintah dapat mendorong kelanjutan pemulihan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi global.

Oleh sebab itu, Presien meminta seluruh kementerian, kepala lembaga, dan pemerintah daerah mengendalikan secara detail belanja yang ada dan jangan terjebak rutinitas. Tak kalah penting, seluruh instansi harus memperbesar pembelian produk-produk dalam negeri, khususnya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu ditegaskan Presiden dalam acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran (TA) 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/11).

Presiden menuturkan, APBN 2023 adalah instrumen untuk mengendalikan inflasi, APBN juga menjadi instrumen perlindungan sosial kepada masyarakat yang rentan. APBN juga harus mampu mendorong kelanjutan pemulihan ekonomi nasional dan juga reformasi struktural. Seiring dengan itu, APBN 2023 difokuskan pada enam kebijakan.

ADVERTISEMENT

Pertama, kata Presiden, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kedua, akselerasi reformasi sistem perlindungan sosial untuk memperbaiki data terpadu kesejahteraan sosial, antara lain melalui registrasi sosial ekonomi. Ketiga, melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas, khususnya infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.

Keempat, ungkap Presiden, pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara. Kelima, revitalisasi industri. Ini penting, yaitu dengan terus mendorong hilirisasi. Keenam, pemantapan reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi.

“Fokus kebijakan tersebut membutuhkan pengawalan yang ketat di lapangan. Saya juga harus ingatkan, tidak ada program kementerian yang tidak bersinggungan dengan kementerian yang lain. Oleh sebab itu, kerjanya harus kerja terintegrasi, tidak sektoral, dan berjalan sendiri-sendiri,” tegas Presiden.

Presiden menilai, di tengah situasi ekonomi dunia yang sedang bergolak, ekonomi Indonesia termasuk yang terbaik. Bahkan, IMF menegaskan, di tengah dunia yang gelap, Indonesia adalah titik terang.

Tingkat inflasi, kata Presiden, masih cukup terkendali, sekitar 5%, sedangkan rata-rata inflasi dunia di atas 10%, bahkan ada yang 75% lebih. Kinerja ekonomi Indonesia juga cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 mencapai 5,44% dan kuartal III 5,72%. Volume perdagangan tumbuh hingga 58% dan Indonesia surplus perdagangan dunia selama 30 bulan terakhir berturut-turut.

“Tetapi sekali lagi, perlu saya ingatkan, kita tetap harus waspada, kita tetap harus hati-hati. Semuanya harus memiliki perasaan yang sama bahwa keadaan sekarang ini, utamanya global sedang tidak normal,” kata dia.

Oleh sebab itu, dia menuturkan, semua pihak harus memiliki sense of crisis dan siap atas segala berbagai kemungkinan yang terjadi. Dalam konteks ini, pemerintah daerah, gubernur, bupati, dan wali kota diminta memperhatikan pergerakan inflasi di daerah masing-masing.

“Ini penting sekali, karena inflasi momok semua negara. Sekali lagi, perhatikan pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing,” tandas Presiden.

Belanja Rp 3.061 T

Di sisi lain, Pemerintah menggelontorkan belanja negara sebesar Rp 3.061,2 triliun tahun 2023 untuk menghadapi tantangan gejolak dan pelemahan ekonomi dunia. Perinciannya, belanja pemerintah pusat Rp 2.246,5 triliun dan transfer ke daerah Rp 814,7 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indraawati meminta kualitas belanja negara baik di pusat dan daerah harus terus diperbaiki pada 2023. Dia berharap semua pihak terus mewaspadai berbagai perkembangan terutama terkait kondisi pelemahan ekonomi global. "Belanja kementerian/lembaga memerlukan perencanaan yang matang, detail, dan pemahaman kondisi lapangan," ucap dia.

Dia mengatakan, pelaksanaan anggaran yang efisien dan tepat guna serta berbasis manfaat membutuhkan tata kelola yang baik, tanpa korupsi. Langkah belanja yang efektif akan  menghindarkan APBN mengalami sisa anggaran yang berlebih akibat ketidakmampuan untuk mengeksekusi belanja negara yang baik.

"Ini tentu akan mendukung tercapainya target pembangunan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata,"tutur dia.

Sebagaimana diketahui, APBN 2023 dirancang dengan defisit 2,84% dari PDB. Ini bentuk komitmen pemerintah dalam melakukan konsolidasi fiskal yang mencerminkan langkah penyehatan keuangan negara dan konsulidasi fiskal yang kredibel, hati-hati, dan tepat waktu.

"Defisit APBN menurun secara konsisten dan kita akan eksekusi secara hati-hati dengan mengandalkan cash buffer yang dilakukan sejak 2022. Adapun APBN 2023 dirancang untuk tetap menjaga optimisme dan sekaligus menjaga pemulihan ekonomi,” tutur Menkeu.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia