Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat Dukung Strategi Kebijakan Jokowi untuk APBN 2023

Penulis : Aris Cahyadi
8 Des 2022 | 18:51 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi.

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah telah menyiapkan strategi dan rencana besar dalam menghadapi berbagai tantangan global pada tahun depan. Salah satunya yakni dengan menempatkan APBN 2023 sebagai instrumen stabilitas untuk mengendalikan inflasi, instrumen perlindungan sosial, dan juga mendorong kelanjutan pemulihan ekonomi nasional.

Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atma Jaya Rosdiana Sijabat mendukung strategi kebijakan Presiden Jokowi yang memfokuskan APBN 2023 untuk menjaga inflasi dan pemulihan ekonomi. Menurutnya, perlu adanya kolaborasi lintas sektoral baik antar pemerintah pusat dan daerah dalam mengeksekusi program-program yang telah diagendakan pemerintah.

“Permasalahan yang saya kira sama-sama kita tahu di Indonesia ini koordinasi kebijakan itu tidak mudah, baik antar kementerian pada tingkat pusat maupun antar pemerintah daerah dengan pusat. Saya kira sudah menjadi permasalahan yang cukup lama kita tahu, apalagi kalau misalkan dengan pemerintah daerah diera otonomi ini, tidak mudah juga mengkoordinasikan,” kata Rosdiana saat dihubungi, Kamis (8/12/2022).

“Jadi memang ini yang perlu diantisipasi, tapi memang beberapa dari enam langkah yang disampaikan oleh pak Presiden ini tentunya langkah-langkah yang mungkin bisa kita kontrol dengan baik,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

Padahal, jika komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan baik maka permasalahan yang dihadapi pemerintah akan teratasi dengan baik, terutama permasalahan ancaman resesi dan inflasi tahun depan. “Bagaimana sesama pemerintah daerah ini bisa sama-sama serempak mengikuti trend perekonomian yang melemah secara global, itu bagaimana daerah-daerah bisa fokus untuk membantu pemerintah kita,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, Rosdiana juga menyoroti kekhawatiran Presiden Jokowi terhadap anak buahnya yang diminta untuk mengesampingkan ego sektoral, agar kebijakan presiden untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman resesi dan inflasi di tahun depan.

“Kita juga harus mengantisipasi jangan sampai karena ketakutan untuk mobilitas itu nanti akan menurunkan ekonomi, sementara tidak tahu di kuartal III kemarin mobilitas ekonomi yang sudah bagus ini tercermin pertumbuhan ekonomi paling tinggi,” jelasnya.

Lebih jauh kata Rosdiana, untuk infrastruktur prioritas dan transformasi ekonomi, pemerintah harus menjaga trend positif yang dialami oleh Indonesia saat ini dengan menjaga daya beli masyarakat, agar APBN yang menjadi instrumen pengendalian inflasi bisa terealisasi.

“Pemerintah harus menjaga trend ekonomi yang positif ini, kan di sektor transportasi, kemudian industri kuliner makanan restoran perjalanan ini kan menunjukkan kita secara mobilitas kita sudah bagus, jangan sampai kondisi ini menurun,” ungkapnya.

“Menurut saya kalau misalkan presiden memberikan tanda-tanda ini kok koordinasinya tidak baik, tapi saya kira keegoannya masih dipendam. Kita mau kinerja pemerintah Jokowi di akhir masa jabatan ini bagus,“ tambah dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 48 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 52 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia