Jumat, 15 Mei 2026

WIKA dan JKON ‘Ketiban’ Rezeki dari Proyek Pengelolaan Air Limbah Jakarta Rp 3,3 T

Penulis : Muawwan Daelami
22 Des 2022 | 17:03 WIB
BAGIKAN
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersiap membangun proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) berkapasitas 240.000 m3/hari. (mwd)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersiap membangun proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) berkapasitas 240.000 m3/hari. (mwd)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersiap membangun proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) berkapasitas 240.000 m3/hari.

Pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak kegiatan paket I berupa construction of WWTP JSDP Zone I oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah Jakarta Metropolitan dan penyedia jasa atau kontraktor. 

Penyedia jasa yang bakal menggarap proyek senilai Rp 3,3 triliun itu terdiri dari perusahaan asal Jepang Obayashi Corporation, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), kemudian PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), dan JFE Engineering Joint Venture yang tergabung dalam kerja sama operasional (KSO).

ADVERTISEMENT

Proyek ditargetkan dapat menyediakan pelayanan air limbah domestik hingga 80% dari populasi DKI Jakarta dan tuntas pada 2028 seiring dengan proses konstruksi yang diperkirakan memakan waktu selama 78 bulan kalender.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, proyek tersebut membuktikan kerja sama sekaligus dukungan PUPR kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kita mendukung Pemprov DKI, kita juga menjalin kerja sama yang baik. DKI harus di depan dan kami mendukung DKI,” ucap Basuki dalam sambutannya di Kementerian PUPR, Kamis (22/12/2022).

Dalam kesempatan itu, Basuki juga meminta pengerjaan paket I untuk lebih dipercepat karena menurutnya 78 bulan merupakan waktu yang sangat lama. “Saya pikir, 78 bulan itu terlalu lama. Karena itu, harus lebih dipersingkat,” ujar Basuki.

Sesuai rencana, kegiatan JSDP Zona 1 akan terbagi dalam enam paket pekerjaan konstruksi di mana empat paket menjadi kewenangan Kementerian PUPR melalui dana pinjaman luar negeri dan paket lainnya menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta melalui dana APBD.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusuma Astuti juga menambahkan bahwa dalam pengerjaan konstruksi pengolahan IPAL berkapasitas 240.000m3/hari ini akan menggunakan teknologi A2O+ Membrane Bio Reactor guna melayani 989.389 jiwa atau 220.000 SR.

Sejalan dengan Menteri Basuki, dirinya juga berpesan pelaksanaan konstruksi harus berjalan sesuai rencana dan mematuhi regulasi-regulasi yang berlaku di Indonesia terutama di DKI Jakarta. Hal yang tak kalah penting, ia menekankan, agar pekerjaan konstruksi berjalan lebih cepat sebagaimana yang diarahkan Menteri PUPR.

“Kita harus mencoba nanti addendum untuk bisa dilakukan percepatan,” imbuh Diana.

Untuk diketahui, proyek JSDP diawali dengan penyusunan dokumen The Project for Capacity Development of Wastewater Sector Through Reviewing The Wastewater Management Masterplan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun 2012 silam dengan membagi pelayanan air limbah domestik di Provinsi DKI Jakarta menjadi 15 zona di mana zona 1 termasuk sebagai salah satu zona pelayanan prioritas jangka pendek.

Sebagai tindak lanjut dari masterplan tersebut, JICA dan Indonesia menandatangani loan agreement bernomor IP-581 untuk pembangunan JSDP Zona 1. Hadir dalam penandatangan tersebut, Senior Representative JICA Ono Nozomu dan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Ardiansyah Idris.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia