Jumat, 15 Mei 2026

Produsen Tenaga Surya Terbesar Filipina Siap IPO US$ 4 Miliar

Penulis : Grace El Dora
10 Feb 2023 | 18:06 WIB
BAGIKAN
Citicore Renewable Energy Corporation, anak perusahaan dari perusahaan Filipina Citicore Power. (Sumber: web perusahaan)
Citicore Renewable Energy Corporation, anak perusahaan dari perusahaan Filipina Citicore Power. (Sumber: web perusahaan)

MANILA, investor.id – Citicore Renewable Energy Corp., salah satu produsen tenaga surya terbesar di Filipina, berencana untuk go public tahun ini. Perusahaan akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham untuk mendanai investasi US$ 4 miliar dalam proyek surya baru selama lima tahun ke depan, kata CEO perusahaan.

“Untuk negara seperti negara kita dengan minyak dan batubara yang terbatas tetapi memiliki matahari, angin, dan air yang melimpah, sangat penting bagi kita untuk mengerahkan investasi modal ke dalam energi terbarukan,” kata Presiden dan CEO Citicore Oliver Tan, Jumat (10/2).

Citicore akan mengajukan dokumen untuk IPO pada kuartal II-2023 dan menyelesaikan pencatatannya dalam tahun ini, kata Tan. Ia menambahkan itu akan cukup besar untuk menarik investor asing untuk tahap internasional.

ADVERTISEMENT

Modal segar dari listing akan memungkinkan Citicore, yang memiliki kapasitas terpasang 241 megawatt (MW) melalui panel surya, untuk menginvestasikan US$ 800 juta tahun ini. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan produksi menjadi 1 gigawatt (GW), sementara sekitar US$ 4 miliar untuk mencapai 5 GW dalam lima tahun, kata Tan.

Filipina, negara kepulauan yang paling rentan terhadap perubahan iklim, bertujuan untuk meningkatkan energi terbarukan dalam campuran energinya menjadi 35% pada 2030, dari 21% pada 2020 dan menjadi 50% pada 2040. Batubara menyumbang hampir 60% pada 2020.

Citicore juga mengejar tujuh proyek angin lepas pantai dengan total kapasitas 3 GW.

Citicore adalah perusahaan induk dari Citicore Energy REIT Corp dan merupakan anak perusahaan dari Megawide Construction Corp.

Citicore REIT pada hari Jumat mendaftarkan Obligasi Hijau Asean perdananya di platform perdagangan pendapatan tetap (fixed income) Filipina. Ini mengumpulkan 4,5 miliar peso (US$ 82,6 juta) dari penjualan obligasi untuk mendanai akuisisi tanah untuk portofolio energi terbarukannya.

(US$ 1 = 54,50 peso Filipina)

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia