Jumat, 15 Mei 2026

KPK Sebut Tidak Bijak Narasi Setop Bayar Pajak Buntut Pegawai Pamer Harta

Penulis : Yustinus Paat
28 Feb 2023 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata. (Sumber: Beritasatu.com)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata. (Sumber: Beritasatu.com)

JAKARTA, Investor.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons serius atas seruan dan narasi setop bayar pajak di media sosial oleh sejumlah pihak. Narasi ini muncul setelah gaya mewah pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo dan keluarganya terungkap.

"Kalau ada narasi setop bayar pajak, saya pikir itu sangat tidak bijak," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di Gedung ACLC KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023).

Alex menegaskan, tidak ada alasan bagi wajib pajak untuk mengingkari kewajibannya. Dia juga memastikan KPK akan terus mendampingi Direktorat Pajak Kemenkeu untuk mengelola setoran dari masyarakat. L

ADVERTISEMENT

"KPK tetap mendukung Direktorat Jenderal Pajak mengoptimalkan penerimaan negara dari pajak. Orang bijak tentu taat pajak," tandas Alex.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan narasi menyesatkan yang beredar di media sosial. Narasi ini terkait temuan harta kekayaan orang tua yang tidak wajar pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo.

"Menyesatkan, apalagi bila dibumbui ajakan untuk tidak membayar pajak. Bukan disitu letak penyalahgunaan wewenangnya," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat PSI Bidang Hukum dan HAM Ariyo Bimmo, Minggu (26/2/2023).

Menurut dia, uang pajak yang dibayarkan kepada negara justru aman dan telah digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan selama ini. Oleh karana itu, kata Bimmo, ungkapan seperti "masyarakat bayar pajak jadi malas, karena rajinpun duitnya dipakai beli Rubicon" adalah ungkapan keliru, bahkan menyesatkan.

"Ini mislead sebenarnya. Modus orang pajak bukan dari 'duit yang masuk/disetorkan', justru dari 'duit yang gak masuk' kas negara, karena kongkalikong dengan wajib pajak yang harusnya bayar pajak tinggi," tandas Bimmo.

Menurut Bimmo, praktik pengemplangan uang pajak ini semestinya disoroti. Berbagai modus penggelapan pajak dilakukan melalui sumbangan, investasi saham, memanipulasi aset, membagikan hadiah dan warisan serta menyimpan aset di negara surga pajak (tax heavens). 

"Sehingga potensi pendapatan negara yang semestinya besar, bocor sebelum masuk kas negara," tukas pegiat reformasi hukum dan peradilan ini.

Dana Moneter Internasional (IMF) menaksir, negara-negara surga pajak merugikan pemerintah antara US$ 500 miliar dan US$ 600 miliar per tahun, sebagian besar dalam pendapatan pajak perusahaan yang tidak dapat mereka kumpulkan.

Bukan hanya merugikan negara secara langsung, praktek ini juga membuat kompetisi yang tidak adil diantara para pelaku usaha. "Secara makro, ekonomi kita sulit berkembang karena pelaku usaha tidak kompetitif. UMKM sulit maju karena kapital terus berputar di pemilik modal," ujar Bimmo.

"Jadi, kalo sampai ada ajakan untuk gak bayar pajak segala, itu gak ada bedanya sama pengusaha dan petugas pajak yang ngemplang sumber pendapatan negara. Duit pajak rakyat jelata seperti saya dan anda sih, semestinya aman," pungkas Bimmo.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 51 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia