Peran Besar Jasa Marga Topang Ekosistem Kendaraan Listrik
JAKARTA -- Mobil listrik kian populer di Tanah Air usai pemerintah menggelorakan komitmen mencapai nol emisi karbon pada 2926 atau lebih cepat. Populasi kendaraan listrik baik roda dua maupun roda empat terus meningkat. Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga November 2022, populasi kendaraan listrik menembus 33.810 unit. Dengan rincian terdapat 7.679 unit mobil penumpang, 285 unit roda tiga, 25.782 unit roda dua, 58 unit bus, dan enam unit mobil barang.
Populasi mobil listrik pun dipastikan terus meningkat. Data GabunganIndustri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan tren peningkatan pembelian mobil listrik oleh masyarakat. Bahkan, para Agen Pemegang Merek (APM) pun gencar meluncurkan mobil elektrifikasi jenis Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) maupun Baterry Electric Vehicle (BEV).
Kekhawatiran masyarakat akan kesulitan mengisi baterai mobil listriknya saat melakukan perjalanan ke luar kota pun pun kian sirna. Hal itu lantaran banyak Stasiun Pengisian Kendaraan Lisrik (SPKLU) di jalan tol yang dikelola Jasa Marga. Ambil contoh di tol Trans Jawa, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengoperasikan jalan tol terpanjang di Tanah Air itu terus berkolaborasi dengan pihak lain untuk menghadirkan SPKLU di ruas tol yang dioperasikannya.
“Jarak tempuh mobil saya hamper 500 kilometer. Perjalanan Jakarta-Surabaya melalui tol Trans Jawa, bisa isi baterai di rest area KM 379 A,”ujar Donny Wahyudi, pemilik Hyundai Ioniq 5 kepada Investor Daily, kemarin. Untuk perjalanan pulang ke Jakarta, dirinya mengisi baterai di rest area KM 519 B.
Dia pun berkisah, saat pertama kali membeli mobil berwarna putih itu pada dua tahun silam, dirinya belum berani melakukan perjalanan jauh. Namun, warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu kini percaya diri lantaran di ruas tol yang dioperasikan Jasa Marga banyak tersedia SPKLU.
“Tol Jasa Marga sudah banyak SPKLU-nya. Jadi melakukan perjalanan jauh sekarang tenang dan aman,”katanya. Donnya menilai, langkah agresif Jasa Marga untuk ikut mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air patut diapresiasi. Sebab, selama ini yang menjadi kekhawatiranmasyarakat adalah ketersediaan SPKLU. “Dengan semakin banyak tersedia SPKLU di jalan tol, masyarakat semakin berminat untuk membeli mobil listrik,”urainya.
Dalam rangka menggencarkan transformasi di tubuh Jasa Marga Group dan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), PT Jasa Marga (Persero),Tbk. melalui PT Jasa Marga Related Business (JMRB) mendukung penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah rest area yang dikelolanya melalui kolaborasi dengan BUMN lain maupun swasta.
Saat ini, SPKLU yang terdapat di rest area yang dikelola oleh PT JMRB, yakni di Rest Area KM 207 A dan KM 208 B Ruas Palikanci, Rest Area KM 379 A dan KM 389 B Ruas Batang-Semarang, serta Rest Area KM 519 A dan KM 519 B Ruas Solo-Ngawi,d an rest area Pendopo KM 456 Salatiga. Tak hanya itu, SPKLU juga tersedia di tol Jagorawi -KM 10A -KM 21B 6, dan tol Jakarta Merak -KM 13A.
Penyediaan SPKLU di rest area oleh Jasa Marga itu, bertujuan untuk menyiapkan sarana guna mendukung implementasi Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.
Untuk merealisasikan SPKLU yang rencananya akan tersebar di seluruh rest area yang dikelola oleh PT JMRB, perseroan akan bersinergi dengan PT PLN (Persero) untuk membangun infrastruktur dan sarana SPKLU.
Tersedianya SPKLU di rest area merupakan bentuk dari komitmen PT JMRB untuk memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol, terutama pengguna kendaraan listrik.
Pengamat Energi yang juga Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro melihat dukungan sesama BUMN dalam mengakselesrasi ekosistem mobil listrik sudah relatif bagus. Termasuk di dalamnya peran Jasa Marga dalam menyediakan SPKLU di beberapa lokasi jalan tolnya.
“BUMN memiliki persepsi dan niatan yang sama. Tugas pemerintah melakukan akselerasi dan membagi peran pada para pihak,” katanya kepada Investor Daily. Termasuk Jasa Marga, selaku BUMN penyedia jalan tol, turut mendukung ekosistem kendaraan listrik, dengan penyediaan SPKLU di beberapa ruas.
Sebagai pengguna jalan tol, Komaidi menilai peran Jasa Marga semakin strategis.Keberadaan jalan tol yang dibangun Jasa Marga sangat membantu, terutama dengan adanya koneksi sejumlah ruas. Selain itu, Rest Area nya pun semakin bagus.
“Semoga ke depan makin lebih baik lagi, baik fasilitas SPKLU juga kualitas jalan yang dibangun,” katanya.
Mengantisipasi lonjakan lalu lintas saat libur lebaran 2023, Jasa Marga, melalui unit usahanya terus menyiapkan innfrastruktur SPKLU. Ada empat unit SPKLU yang disiapkan PT Jasa Marga Semarang Batang untuk melayani pemudik yang menggunakan mobil listrik pada arus mudik Idul Fitri 1444 H yang melintas di tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang.
Jasa Marga terus mengembangkan SPKLU di rest area yang dikelolanya Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana, beberapa waktu lalu mengatakan, Jasa Marga melakukan evaluasi terhadap jarak tempuh kendaraan listrik di Indonesia. Hal itu dinilai penting untuk menyesuaikan lokasi penempatan SPKLU. Jasa Marga menegaskan akan terus melakukan kolaborasi dengan BUMN Marga untuk mempercepat pengembangan SPKLU di masa mendatang.
Editor: Euis Rita Hartati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






