Inilah Proyek Raksasa Amman Mineral Rp 45 Triliun
Adapun smelter tembaga berkapasitas 900 ribu ton konsentrat tembaga. “Progres smelter Januari kemarin sudah melebihi 52%. Sekarang semua sedang berjalan pembangunannya dan tahun depan mulai beroperasi," terangnya.
Proyek smelter mulai dikerjakan sejak 2019. Namun, Alexander mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 membuat proyek terhambat. Pasalnya, kebijakan pembatasan (lockdown) membuat tenaga ahli maupun material dari luar negeri sulit masuk ke Indonesia. Di menyebut kontraktor smelter berasal dari Tiongkok yang menurutnya memiliki pengalaman mumpuni. Namun, untuk teknologi smelter, menggunakan outotec.
"Feasibility study dan FEED distop semua menunggu sekitar 1-1,5 tahun. Saat lockdown masih ada yang dikerjakan, tapi tidak efisien karena lewat zoom," ujarnya.
Proyek smelter terus menunjukkan perkembangan pembangunan dengan realisasi investasi lebih dari 51% per Januari 2023. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus melanjutkan pembangunan smelter, sehingga dapat menyelesaikannya pada akhir tahun 2024. Proses verifikasi oleh pihak ketiga independen masih berlangsung.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






