Telkomsel Fokus Ratakan Keterjangkauan Layanan 4G
JAKARTA, investor.id - Telkomsel, perusahaan seluler dan digital anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, akan fokus pada upaya pemerataan keterjangkauan menara pemancar sinyal (base transceiver station/BTS) 4G untuk meningkatkan layanan data/internet yang lebih baik ke seluruh wilayah Indonesia pada 2023.
Hal tersebut dilakukan karena perseroan melihat tren ke depan pelanggan semakin mengadopsi layanan berbasis data dan digital untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung aktivitas keseharian.
Sementara itu, hingga akhir kuartal I-2023, perseroan telah memiliki 168.000 BTS 4G dari total 258.932 unit BTS yang melayani sekitar 151,1 juta pelanggan. Pada periode yang sama, perusahaan pun telah berhasil menambah 11.002 unit BTS 4G dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 247.930 unit BTS 4G.
Selain terus menambah BTS 4G yang baru, Telkomsel pun menargetkan penuntasan 100% peningkatan kapasitas (upgrade) semua jaringan BTS 3G menjadi 4G/LTE di 31 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia pada akhir Mei 2023. Ketika memulai program tersebut, Telkomsel masih punya lebih 49 ribu BTS 3G untuk di-upgrade.
“Melanjutkan komitmen dalam mendorong pemerataan akses telekomunikasi broadband terdepan di seluruh negeri, di 2023 ini, Telkomsel akan menuntaskan proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE di 504 kota/ kabupaten yang sudah dimulai sejak tahun 2022,” ujar VP Corporate Communications Telkomsel Saki H Bramono kepada Investor Daily, dikutip Rabu (16/5/2023).
Pada Mei 2023 ini, lanjut dia, Telkomsel berharap bisa menuntaskan peningkatan layanan jaringan 3G ke 4G di sisa 31 kota/ kabupaten. Proses upgrade kini telah memasuki tahap terakhir, utamanya akan difokuskan di wilayah yang memiliki tingkat adopsi gaya hidup digital masyarakat cukup tinggi dan penggunaan jaringan di area indoor, terutama di Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
“Untuk penambahan BTS baru, di 2023 dan tahun ke depannya akan difokuskan untuk memperluas cakupan jaringan 4G hingga pelosok negeri, seiring dengan semakin tumbuhnya adopsi dan adaptasi gaya hidup digital masyarakat yang semakin merata,” imbuhnya.
Telkomsel juga akan memaksimalkan ketersediaan spektrum frekuensi yang dimiliki, termasuk spektrum frekuensi yang belum lama ini berhasil diraih Telkomsel melalui lelang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan telah selesai proses penataan (refarming).
Telkomsel secara berkala dan terukur juga akan tetap melanjutkan pengembangan cakupan jaringan teknologi terdepan 5G di sejumlah wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan penggunaan layanan 5G, baik dari segmen business to consumer (B2C) maupun business to business (B2B). Hingga akhir kuartal I-2023, perseroan telah memiliki 280 BTS 5G.
Pendapatan
Sementara itu, pada kuartal I-2023, Telkomsel membukukan pendapatan Rp 21,5 triliun atau tumbuh 1,1% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YOY). Digital business menjadi kontributor pertumbuhan kinerja dengan kontribusi sebesar Rp 18,2 triliun, atau 84,4% dari total pendapatan serta sisanya dari layanan SMS dan telepon/voice (legacy).
Segmen digital business tersebut tumbuh 7,1% YoY dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Telkomsel kini melayani 151,1 juta pelanggan dengan data payload yang tumbuh positif hingga 11% YoY menjadi 4.217.405 TB dan konsumsi payload menyentuh 12.324 MB per pengguna layanan data, atau tumbuh 11,7% YoY.
Pada periode yang sama, perseroan mencatat jumlah pengguna layanan data 121,8 juta pelanggan. Seiring dengan semakin beralihnya perilaku pelanggan yang semakin mengadopsi layanan berbasis data dan adaptasi layanan berbasis aplikasi (over the top/OTT) turut mendorong penurunan dari penggunaan layanan legacy.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






