Jumat, 15 Mei 2026

Masuk Bisnis Hilir, Jurus Petani Sawit Lawan EUDR

Penulis : Tri Listiyarini
15 Jul 2023 | 10:03 WIB
BAGIKAN
Kelapa sawit - bahan CPO
Kelapa sawit - bahan CPO

JAKARTA, investor.id–Para petani mulai masuk ke bisnis hilir dengan membangun pabrik kelapa sawit (PKS) sendiri, di antaranya di Manokwari, Papua Barat. Dengan memiliki PKS, para petani bisa memproduksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan mengekspornya ke negara di luar Uni Eropa (UE). Alhasil, petani sawit RI tidak perlu berurusan dengan European Union Deforestation-Free Products Regulations (EUDR).

Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat ME Manurung, terdapat sejumlah strategi yang bisa dilakukan Indonesia dalam menghadapi implementasi EUDR. Strategi itu di antaranya RI harus berpacu mencari pasar baru untuk CPO, peluang itu masih terbuka lebar ke negara-negara yang selama ini tidak terjangkau misi dagang Indonesia. Lalu, mempercepat para petani untuk masuk ke sektor hilir. "Cari pasar baru untuk CPO, juga segera percepat petani sawit masuk ke sektor hilir, sehingga ke depan petani bisa berdagang CPO antarnegara. Dalam waktu dekat, delegasi petani sawit akan ke Tiongkok dan India melakukan misi dagang bersama pemerintah," kata Gulat saat dihubungi Investor Daily, Kamis (13/07/2023).

Berpotensi Rugi US$ 7 M, RI Ajak Negara Lain Lawan EUDR

Gulat Manurung menjelaskan, para petani yang tergabung dalam Apkasindo saat ini tengah fokus membangun PKS skala mini, di antaranya PKS milik Koperasi Arfak Sejahtera di Kabupaten Manokwari. “Pada 15 Juli 2023 ini, dijadwalkan peletakan batu pertamanya, dan sedianya langsung dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin,” jelas Gulat. Masuknya petani ke bisnis hilir sawit dengan membangun PKS bukan saja sebagai strategi menghadapai EUDR, namun bisa membantu menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) sawit dan CPO. “Masuknya petani ke sektor hilir sejatinya akan membantu korporasi dan negara. Karena dengan hilirisasi TBS petani maka akan menambah pasar-pasar baru dan tentu ini akan membantu stabilisasi harga CPO,” tutur Gulat.

ADVERTISEMENT

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 7 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 50 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia