Jumat, 15 Mei 2026

Batal Impor dari India, Indonesia Bakal Impor Beras 250 Ribu Ton dari Kamboja

Investor.id
4 Sep 2023 | 20:30 WIB
BAGIKAN
Pedagang merapikan beras yang dijual di Pasar Higienis, Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (4/9/2023). Menurut pedagang setempat, beras berbagai merek yang didatangkan dari Surabaya dan Makassar itu sejak dua pekan terakhir naik 20-30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 160 ribu per karung untuk ukuran 10 Kg, sementara ukuran 25 Kg naik dari Rp 350 ribu hingga Rp 360 ribu per karung. Pasokan beras berkurang disebabkan adanya gagal panen akibat musim kemarau yang berkepanjangan di sejumlah daerah di Indonesia. (ANTARA FOTO/Andri Saputra/Spt)
Pedagang merapikan beras yang dijual di Pasar Higienis, Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (4/9/2023). Menurut pedagang setempat, beras berbagai merek yang didatangkan dari Surabaya dan Makassar itu sejak dua pekan terakhir naik 20-30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 160 ribu per karung untuk ukuran 10 Kg, sementara ukuran 25 Kg naik dari Rp 350 ribu hingga Rp 360 ribu per karung. Pasokan beras berkurang disebabkan adanya gagal panen akibat musim kemarau yang berkepanjangan di sejumlah daerah di Indonesia. (ANTARA FOTO/Andri Saputra/Spt)

JAKARTA, investor.id - Indonesia bakal melakukan impor beras sebanyak 250 ribu ton dari Kamboja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji keputusan Kamboja yang akan mengekspor beras ke Indonesia, seiring kebijakan India yang tengah melarang ekspor beras.

"Saya mengapresiasi sambutan Kamboja terkait keinginan Indonesia untuk mengimpor beras dari Kamboja sekitar 250 ribu ton beras per tahun," kata Jokowi saat menerima kedatangan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di Istana Merdeka pada Senin (4/9/2023).

Presiden Jokowi memastikan Indonesia akan membalas hal tersebut, dengan membantu sektor ketahanan pangan Kamboja. "Indonesia juga siap untuk mendukung infrastruktur ketahanan pangan Kamboja melalui pasokan pupuk," ungkap Presiden.

ADVERTISEMENT

Di kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa rencana tambahan impor beras sebanyak satu juta ton dari India harus batal. Padahal impor tersebut ditujukan demi mengamankan pasokan dalam negeri.

India pun demikian, mereka mengamankan stok beras untuk kebutuhan dalam negeri dengan larangan ekspor. "India lagi melarang ekspor berasnya. (Stok) kita aman, insya Allah”, kata Zulkifli saat ditemui usai Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Senin (4/9/2023).

Pada tahun ini, pemerintah mengimpor beras sebanyak dua juta ton lewat penugasan kepada Perum Bulog. Namun, beras-beras itu hanya didatangkan dari Thailand dan Vietnam, kedua negara itu diketahui juga tengah melakukan langkah proteksi terhadap pasokan pangan dalam negerinya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia