Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Sawit Cenderung Menyusut, Peremajaan Sawit Perlu Dikebut

Penulis : Vinnilya Huanggrio
2 Nov 2023 | 19:14 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Eddy Martono saat di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2023, Bali International Convention Center, Bali, Kamis (2/11/2023). (B Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Eddy Martono saat di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2023, Bali International Convention Center, Bali, Kamis (2/11/2023). (B Universe Photo/Vinnilya Huanggrio)

NUSA DUA, investor.id – Produktivitas sawit bergerak stagnan dan bahkan cenderung menyusut dalam beberapa tahun belakangan. Oleh karena itu, peremajaan pohon sawit termasuk sawit rakyat dinilai perlu lebih dikebut.

Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menernagkan bahwa beberapa tahun belakangan ini terjadi ketidakstabilan harga dan produktivitas minyak sawit. Hal tersebut merupakan imbas dari kondisi global saat ini yang dikatakan sedang tidak baik-baik saja.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kita melihat penurunan harga minyak sawit global yang dipicu oleh melemahnya daya beli akibat perlambatan ekonomi di berbagai negara dan melimpahnya stok di negara-negara produsen,” ujar Eddy Martono dalam paparannya di IPOC 2023, Bali International Convention Center (BICC), Kamis (2/11/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut Eddy, ketahanan dunia usaha di perkebunan sawit ini perlu ditingkatkan. Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar telah mengalami stagnasi produksi dalam beberapa tahun terakhir akibat lambatnya proses penanaman kembali oleh petani sawit.

“Jadi selama 4 tahun terakhir ini, produksi kita tuh stagnan, bahkan kecenderungannya turun. Sementara konsumsi kita itu naik terus, kalau kita lihat dari tahun 2021 ke 2022 saja kenaikan konsumsi kita itu 3 juta ton,” tutur Eddy.

Eddy menyebut, selain menjadi produsen terbesar minyak sawit di dunia, Indonesia juga merupakan negara yang mengkonsumsi minyak sawit paling banyak. Untuk itu, produktivitas sawit sudah semestinya ditingkatkan.

Nah, ini yang kita harus kejar untuk meningkatkan produktivitas utamanya dengan peremajaan, termasuk yang utama lagi perlu peremajaan sawit rakyat,” pungkas dia.

Adapun GAPKI kembali mengadakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke-19 bertajuk "Enhancing Resiliency Amid Market Uncertainty" di Bali International Convention Center (BICC). IPOC 2023 ini digelar selama tiga hari dari tanggal 1-3 November 2023.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia