Produksi Sawit Cenderung Menyusut, Peremajaan Sawit Perlu Dikebut
NUSA DUA, investor.id – Produktivitas sawit bergerak stagnan dan bahkan cenderung menyusut dalam beberapa tahun belakangan. Oleh karena itu, peremajaan pohon sawit termasuk sawit rakyat dinilai perlu lebih dikebut.
Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menernagkan bahwa beberapa tahun belakangan ini terjadi ketidakstabilan harga dan produktivitas minyak sawit. Hal tersebut merupakan imbas dari kondisi global saat ini yang dikatakan sedang tidak baik-baik saja.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kita melihat penurunan harga minyak sawit global yang dipicu oleh melemahnya daya beli akibat perlambatan ekonomi di berbagai negara dan melimpahnya stok di negara-negara produsen,” ujar Eddy Martono dalam paparannya di IPOC 2023, Bali International Convention Center (BICC), Kamis (2/11/2023).
Menurut Eddy, ketahanan dunia usaha di perkebunan sawit ini perlu ditingkatkan. Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar telah mengalami stagnasi produksi dalam beberapa tahun terakhir akibat lambatnya proses penanaman kembali oleh petani sawit.
“Jadi selama 4 tahun terakhir ini, produksi kita tuh stagnan, bahkan kecenderungannya turun. Sementara konsumsi kita itu naik terus, kalau kita lihat dari tahun 2021 ke 2022 saja kenaikan konsumsi kita itu 3 juta ton,” tutur Eddy.
Eddy menyebut, selain menjadi produsen terbesar minyak sawit di dunia, Indonesia juga merupakan negara yang mengkonsumsi minyak sawit paling banyak. Untuk itu, produktivitas sawit sudah semestinya ditingkatkan.
“Nah, ini yang kita harus kejar untuk meningkatkan produktivitas utamanya dengan peremajaan, termasuk yang utama lagi perlu peremajaan sawit rakyat,” pungkas dia.
Adapun GAPKI kembali mengadakan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke-19 bertajuk "Enhancing Resiliency Amid Market Uncertainty" di Bali International Convention Center (BICC). IPOC 2023 ini digelar selama tiga hari dari tanggal 1-3 November 2023.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






