Antisipasi Tol Macet Saat Nataru 2023, Begini Persiapan Jasa Marga (JSMR)
JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tengah mengkaji sejumlah persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalan tol menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Prediksinya, volume lalu lintas Nataru tahun ini akan lebih padat dibanding tahun 2022 lalu.
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Lisye Octaviana mengatakan, beberapa persiapan yang akan dilakukan Jasa Marga akan mengikuti langkah-langkah optimal dan efektif pada saat libur Lebaran Idul Fitri 2023 lalu, tapi tetap menyesuaikan dengan tren Nataru.
Pasalnya, Lisye memprediksi, pada libur Nataru tahun ini, mobilisasi kendaraan akan lebih padat dibanding Nataru pada tahun sebelumnya. Gambaran dari Jasa Marga, mobilisasi kendaraan bakal serupa tetapi tidak lebih padat dibandingkan kepadatan saat Libur Lebaran Idul Fitri 2023 lalu.
“Kalau Lebaran kan kurang lebih semua mayoritas itu pergerakan luar Jakarta. Dari Jakarta menuju keluar, baik Timur ke arah Trans Jawa, Semarang dan Surabaya, Selatan ke arah Bogor, dan Barat ke arah Merak. Nah, kalau Nataru itu ada satu tren tambahan, yakni ke tempat wisata. Itu yang harus diantisiapasi. Jadi pasti di titik-titik yg diperkirakan akan terjadi lonjakan lalu lintas, itu yang kami upayakan. Pakem-pakemnya sama. Kita punya standar,” papar Lisye dalam diskusi publik 'Jalan Tol dan Jalan Daerah' di Jakarta, Kamis (16/11/2023).
Lebih lanjut, Lisye berujar, Jasa Marga saat ini masih berdiskusi dengan beberapa stakeholders terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian PUPR, Kepolisian khususnya Korlantas, hingga Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Nanti akan ada rencana operasi yang akan disampaikan, mungkin sekitar di awal Desember mendatang. Perkiraan agak cukup panjang nanti libur Nataru. Ada beberapa pergerakan yang cukup tinggi dibanding tahun lalu. Jadi memang perlu dilakukan beberapa rencana operasi,” katanya.
Lisye menyampaikan, Jasa Marga akan melakukan evaluasi untuk menjaga kecepatan berkendara. Nantinya, mungkin akan disiapkan juga berbagai rekayasa lalu lintas seperti penerapan contraflow (sebagian lajur), one way (seluruh jalur), pembatasan angkutan barang atau bahkan penerapan sistem ganjil-genap di beberapa titik lokasi.
“Kami akan koordinasikan dan nanti akan diputuskan oleh Korlantas. Terkait usulan pembatasan angkutan logistik, ternyata itu cukup faktor menyumbang kecepatan menjadi terbatas. Yang jadi catatan, nanti saat sosialisasinya. Pemerintah dan Korlantas harus sosialisasi dari hari-hari sebelumnya kepada perusahaan logistik. Karena, prioritasnya untuk kendaraan berisi penumpang. Ini yang kami coba lakukan,” tandasnya.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






