Jumat, 15 Mei 2026

Pensiun Dini PLTU Jangan Andalkan Dana Negara Maju

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
19 Nov 2023 | 19:15 WIB
BAGIKAN
Foto udara kawasan Seberang Ulu (SU) yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Sumatera Selatan, Kamis (2/11/2023). Kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc)
Foto udara kawasan Seberang Ulu (SU) yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Sumatera Selatan, Kamis (2/11/2023). Kabut asap tersebut merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc)

JAKARTA, investor.id – PT PLN memutuskan untuk menunda penghentian operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara karena terkendala pendanaan. Sementara, pemerintah saat ini masih menanti pencairan dana Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai US$ 20 miliar atau setara Rp 300 triliun dari negara maju.

Menanggapi situasi ini, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyampaikan, rencana memensiunkan dini PLTU batu bara untuk beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT) memang memerlukan biaya besar. Namun, Indonesia tak bisa mengandalkan JETP yang realisasinya masih belum ada kejelasan, sejak pertama kali dijanjikan oleh negara-negara maju dalam Paris Agreement maupun pada pertemuan G20, bahkan hingga saat ini.

“Meski Presiden Jokowi sudah mengingatkan, lagi-lagi tidak ada kejelasan terkait dana sebesar itu bentuknya apa, apakah murni hibah atau loan atau soft loan itu tidak jelas. Kapan direalisasikan juga tidak ada kejelasan. Bahkan, saat (Menko Maritim dan Investasi) Luhut menagih, tidak ada hasilnya,” kata Fahmy, saat dihubungi B Universe, Minggu (19/11/2023).

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, Fahmy menilai, pemerintah memerlukan sumber pembiayaan lain selain mengandalkan JETP yang belum jelas nasibnya. Menurut Fahmy, satu-satunya jalan keluar adalah dengan menarik investor untuk menanamkan modalnya ke dalam pembangunan pembangkit EBT di Indonesia.

“Artinya, dana JETP tidak bisa diandalkan, tidak bisa kita harapkan. Maka perlu ada sumber dana yang lain. Tidak mungkin menggunakan APBN, tidak mungkin menggunakan dana internal PLN. Maka saya kira satu-satunya dana yang bisa diharapkan adalah dari investor. Jadi menggunakan investor untuk masuk ke pembangunan pembangkit EBT,” jelasnya.

Dengan catatan, Fahmy menekankan agar pemerintah juga menjaga dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi investor. Misalnya, dengan mempermudah perizinan berinvestasi, memberi berbagai Insentif fiskal hingga mendiskusikan harga jual beli tarif listrik yang layak baik bagi investor maupun PLN.

RUU EBT Apa Kabarnya?

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia