Sabtu, 4 April 2026

Defisit Beras Januari-Februari 2,8 Juta Ton, Pemerintah Impor

Penulis : Moh Said Mashur
18 Jan 2024 | 19:39 WIB
BAGIKAN
Pekerja memindahkan beras cadangan pemerintah (BCP) ke dalam karung ukuran 10 kilogram di gudang Perum Bulog Kanwil provinsi Aceh, kabupaten Aceh Besar, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/foc)
Pekerja memindahkan beras cadangan pemerintah (BCP) ke dalam karung ukuran 10 kilogram di gudang Perum Bulog Kanwil provinsi Aceh, kabupaten Aceh Besar, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/foc)

JAKARTA, investor.id – Gap antara produksi beras dengan kebutuhan beras pada Januari-Februari 2024 menghasilkan defisit sekitar 2,8 juta ton beras. Untuk menutupi defisit itu, salah satunya pemerintah mengambil kebijakan impor beras.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arif Prasetyo mengungkapkan langkah pemerintah dalam menutupi defisit beras pada Januari-Februari 2024 salah satunya dengan impor. Hal ini imbas dari data terbaru yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa gap antara kebutuhan beras nasional dengan produksi yakni sebesar 2,8 juta ton pada Januari dan Februari 2024.

“Kami laporkan kepada pak presiden, tahun lalu pak presiden sudah menyetujui dalam rapat internal untuk melakukan importasi 2 juta ton,” kata Arif di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Advertisement

Arif menjelaskan produksi beras dalam negeri melalui panen pada periode Januari hampir 1 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional dalam satu bulan sekitar 2,5-2,6 juta ton. Selain impor 2 juta ton, pemerintah masih memiliki stok impor yang merupakan carry over dari 2023 yang akan masuk di 2024.

“Syaratnya memang harga di tingkat petani tetep dijaga baik seperti hari ini. Jadi balance itu mudah-mudahan bisa di-cover,” ungkap Arif.

Dia mengatakan, impor beras tersebut berasal dari Vietnam dan Thailand. Selain itu, terdapat tambahan stok dari beberapa komitmen pemerintah China, Thailand dan Vietnam melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami akan follow up beberapa yang sudah dengan pak presiden. Tapi ada catatan, masuknya kalau boleh sebelum panen raya, sudah harus masuk,” kata Arif.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 34 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 55 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 57 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 1 jam yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 2 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia