Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Buka Wacana Batuan Beras 10 Kg Bisa Lanjut Setelah Juni 2024

Penulis : Mita Amalia Hapsari
19 Feb 2024 | 18:04 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, di Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (19/2/20224) siang. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, di Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (19/2/20224) siang. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan terbuka opsi melanjutkan bantuan beras 10 kilogram (kg) setelah Juni 2024. Presiden menyebut kelanjutan bantuan sosial ini akan diulas lagi dengan menimbang kondisi APBN.

“Jadi ini Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni. Nanti setelah juni kita lihat APBN-nya mencukupi atau tidak. Kalau mencukupi kita lanjutkan,” ungkap Jokowi di sekitar kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, di Serpong, Tangerang Selatan, pada Senin (19/2/20224) siang.

Dalam kesempatan itu, Jokowi turut membagikan bantuan beras 10 kg beras kepada 1.067 warga Serpong, Tangerang Selatan. Ia disambut riuh antusias warga yang didominasi ibu-ibu, Jokowi juga sempat membagikan sepeda yang telah menjadi ciri khas blusukannya selama hampir 10 tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Kepada warga, Jokowi mengaku memberikan bantuan beras lantaran ingin meringankan beban masyarakat yang tengah terhimpit akibat harga beras yang sedang tinggi. “Pemerintah kita ingin membantu, berusaha agar meringankan ibu-ibu semuanya karena harga (beras) naik,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, harga beras sedang mahal lantaran produksi beras yang berkurang akibat perubahan iklim. Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di seluruh negara.

“Kenapa naik, karena ada perubahan iklim, perubahan cuaca. Sehingga banyak yang gagal panen, sehingga produksinya berkurang. Sehingga harga menjadi naik,” demikian jelas Jokowi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 44 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia