Jumat, 15 Mei 2026

Siap-siap, BYD akan Kenalkan Teknologi Baterai Terbaru

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
11 Apr 2024 | 16:56 WIB
BAGIKAN
Awak media menjajal kenyamanan mobil listrik BYD Dolphin
Awak media menjajal kenyamanan mobil listrik BYD Dolphin

JAKARTA, investor.id -BYD akan memperkenalkan paket baterai “blade” generasi kedua dengan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer (km) sekali pengisian daya, paling cepat pada Agustus 2024. Teknologi baru ini akan merebut pengenalan baterai “solid-state” dengan jangkauan yang diklaim serupa oleh produsen mobil terbesar di dunia, Toyota, yang saat ini direncanakan paling cepat di 2026.

Ketua BYD Wang Chuanfu mengungkapkan rincian teknologi baterai lithium-ion phosphate (LFP) generasi kedua selama konferensi keuangan baru-baru ini. “Baterai baru ini akan lebih ringan, lebih kecil, dan lebih efisien daripada baterai LFP generasi pertama BYD yang diperkenalkan pada 2020,” ucap dia seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/4/2024)

BYD saat ini menjual tiga kendaraan listrik di Australia, dengan BYD Seal yang memiliki jangkauan terpanjang. Kendaraan ini menawarkan jarak tempuh 570 km menggunakan baterai blade LFP generasi pertama dengan kepadatan 150kWh. Nama “blade” berasal dari cara masing-masing sel baterai disusun dalam kemasan, metode yang lebih hemat ruang yang memungkinkan 50% lebih banyak sel dalam ruang yang sama dengan baterai pesaing.

ADVERTISEMENT

Sebagai perbandingan, Tesla Model 3 adalah kendaraan listrik terlaris di Australia dan menawarkan jarak tempuh 629 km dengan sekali pengisian daya untuk versi jarak jauh.
Porsche Taycan 2025 yang diperbarui dan dijadwalkan tiba di showroom lokal pada Juli ini akan memiliki jarak tempuh terpanjang dari semua mobil listrik yang dijual di Australia, yaitu 678 km.

Taycan akan mengalahkan rekor terbaik saat ini, yaitu 655 km dari Polestar 2, tetapi keduanya akan dikalahkan oleh mobil listrik Zeekr 009 yang direncanakan tiba pada  2025 dengan jarak tempuh 822 km.

Fast Technology melaporkan perusahaan baterai BYD, FinDreams - produsen baterai otomotif terbesar kedua di dunia setelah CATL (Contemporary Amperex Technology Limited) - akan memperkenalkan teknologi terbaru ini paling cepat pada Agustus, atau paling lambat pada 2024.

Kemampuan yang meningkat menunjukkan bahwa teknologi baterai baru ini kompetitif dengan klaim dari Toyota. Produsen mobil Jepang ini mengatakan bahwa teknologi baterai solid-state baru yang akan ditawarkan mulai tahun 2027 akan memberikan jarak tempuh hingga 1.200 km.

Bos CATL baru-baru ini mengecam teknologi baterai solid-state sebagai teknologi yang belum layak dan menyarankan masalah keamanan. CATL malah melihat teknologi 'Qilin' untuk menghadirkan jarak tempuh yang sama dengan mobil listrik sebagai terobosan berikutnya. CATL memulai produksi baterai lithium “4C” pengisian cepat yang mampu mengisi daya 400 km hanya dalam waktu sepuluh menit.

FinDreams BYD baru-baru ini bermitra dengan CATL dan perusahaan lain dalam pengembangan baterai solid-state. Keduanya merupakan bagian dari konsorsium produsen baterai Tiongkok yang disebut CASIP (Platform Inovasi Kolaboratif Baterai All-Solid-State China), yang juga mencakup pembuat mobil listrik Nio.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 33 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia