Jumat, 15 Mei 2026

Jurus KKP Perluas Jangkauan Pasar Komoditas Tuna Indonesia 

Penulis : Tri Listiyarini
3 Mei 2024 | 08:59 WIB
BAGIKAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

JAKARTA, investor.id–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan peringatan Hari Tuna Sedunia sebagai momentum meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar komoditas perikanan tersebut. Langkah ini sekaligus sebagai upaya KKP menjaga keberlanjutan populasi perikanan itu.

Indonesia merupakan produsen tuna terbesar di dunia dengan produksi sekitar 19,1% dari total pasokan dunia, jumlah itu meningkat dengan capaian 1,5 juta ton di 2023.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Budi Sulistiyo menuturkan, untuk mewujudkan misi tersebut, KKP telah menggandeng Marine Stewardship Council (MSC), organisasi nonpemerintah yang turut mendorong pasar produk seafood berkelanjutan terutama tuna. Salah satu poin yang disinergikan adalah sertifikasi MSC untuk memastikan keberlanjutan stok dan dampak ekosistem yang minimum serta sertifikasi chain of custody (CoC) guna memastikan dan menelusuri produk bersertifikasi dari sumber perikanan berkelanjutan.

Sertifikasi CoC bisa dipenuhi unit pengolah ikan (UPI) jika mereka mengimplementasikan sistem ketertelusuran dan logistik ikan nasional (Stelina). “Tuna salah satu sumber protein hewani terbaik, jadi tentu harus berkelanjutan agar bisa dinikmati generasi saat ini dan masa depan," ujar Budi dalam keterangan yang dikutip Kamis (02/05/2024).

ADVERTISEMENT

KKP terus berkomitmen memasarkan produk tuna berkelanjutan. Contoh, saat berpartisipasi dalam Seafood Expo North America (SENA) 2024 di Amerika Serikat dan Seafood Expo Global (SEG) 2024 di Spanyol, produk tuna yang dipamerkan telah tersertifikasi dan mengimplementasikan prinsip ketertelusuran dan keberkelanjutan. Hasilnya, pengunjung SENA terpikat dengan tuna Indonesia yang ditunjukkan dengan capaian nilai transaksi potensial tuna 50,45% atau US$ 29,50 juta dari total nilai US$ 58,47 juta selama SENA 2024.

Adapun di SEG, nilai potensial transaksi tuna 21,62% atau US$ 13,79 juta dari total nilai US$ 63,8 juta. Di sisi lain, nilai ekspor tuna Indonesia (termasuk cakalang-tongkol) pada 2023 sebesar US$ 927,2 juta atau 16,47% dari total nilai ekspor perikanan nasional. “Artinya, konsumen global semakin menyadari pentingnya produk tuna berkelanjutan. Dan kita sampaikan ke dunia, produk tuna yang dipasarkan dari Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip tersebut," tegas Budi.

Agar tuna dari Indonesia makin dikenal luas, KKP juga telah mencanangkan tahun ini sebagai Tahun Tuna Indonesia. Langkah ini sekaligus sebagai wujud komitmen pemerintah memperkuat daya saing komoditas tuna di pasar global dan domestik serta pengelolaan tuna berkelanjutan. Karenanya, KKP mengajak masyarakat turut bergerak mengelola tuna secara berkelanjutan. “Kita harus terus berkinerja memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk menjaga keberlanjutan tuna," tutur dia.

Sebelumnya, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono meresmikan pencanangan Tahun Tuna Indonesia 2024 dengan branding Indonesia Seafood; Naturally Diverse-Safe and Sustainable yang diharapkan dapat diimplementasikan melalui sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders dalam rangka memperkuat akses pasar dan manfaatnya, baik bagi masyarakat RI khususnya maupun masyarakat global pada umumnya.

Potensi Besar

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK Unpad) Yudi Nurul Ihsan mengakui besarnya potensi tuna di Indonesia. Sebarannya antara lain ada di Laut Banda, selatan Bali, Jawa, barat Sumatra. Bahkan, Indonesia sangat potensial untuk mengembangkan budi daya tuna dan investasi di ranah tersebut harus didukung.

“Kita punya potensi untuk mengembangkan budi daya tuna, khususnya tuna sirip kuning. Sekitar 2010, pemerintah pernah melakukan uji coba di UPT KKP di Gondol, saya kira ini perlu dibangkitkan lagi dan perlu didukung oleh perbankan, dan investasi dari luar juga cukup bagus," ujar Yudi.

Dalam rangka pengelolaan sumber daya tuna berkelanjutan, khususnya di perairan ZEEI dan laut lepas, diperlukan pengelolaan bersama antarnegara melalui Regional Fisheries Management Organizations (RFMOs). Indonesia terlibat aktif dalam perjanjian keanggotaan penuh di Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) sejak 2007.

Di sisi lain, RI aktif juga di Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) mulai 2008, dan Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) diawali 2013. Di sisi lain, RI terlibat juga pada kerja sama nonanggota (cooperating non-member) sejak 2013 di Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC).

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 37 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 41 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia