Airlangga: Nilai Investasi PSN untuk Pengembangan Mineral Kritis Capai Rp 248,7 Triliun
Airlangga mengatakan Indonesia sudah lebih maju dalam pengembangan mineral kritis sebab sudah memulai langkah tersebut melalui Undang Undang (UU) tentang Pertambangan Mineral dan Batubara pada tahun 2009. Sementara itu di Eropa baru memulai pengembangan mineral kritis pada tahun 2023.
“Jadi kita memang ahead of the curve untuk critical raw material kita unggul, namun ada satu yang kita ketinggalan yaitu mengenai semikonduktor,” kata Airlangga.
Saat ini pemerintah Indonesia sedang mengejar pengembangan semikonduktor. Dengan adanya industri tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengembangan teknologi. Dia mengatakan bahwa ada beberapa negara yang memiliki potensi investasi semikonduktor yang dengan nilai besar misalnya di Jerman dan Spanyol masing-masing sebesar US$ 13 miliar dan US$ 3 miliar. Negara lain seperti Jepang juga memberikan subsidi untuk pengembangan industri tersebut.
“Amerika sudah keluar chip, di Eropa sedang mengejar semikonduktor, karena dengan era digital dan AI komoditas paling penting adalah semikonduktor,” tutur Airlangga.
Lebih lanjut, upaya pengembangan industri semikonduktor harus diselaraskan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Dalam hal ini diperlukan penyediaan SDM yang bisa memiliki kompetensi untuk terlibat dalam pendidikan tentang mikroelektronik
“Kita akui harus siapkan human resource-nya. Pendidikan mikroelektronik menjadi penting dan harus menjadi prioritas,” pungkas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






