Minggu, 21 Juni 2026

Smelter Freeport di Jawa Timur Produksi 50-60 Ton Emas dan Katoda Tembaga 1 Juta Ton Pertahun

Penulis : Slamet Wibowo
21 Jun 2024 | 16:58 WIB
BAGIKAN
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita memandu pembahasan bagaimana upaya untuk mendongkrak ekonomi Jatim melalui kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik dan investasi dengan narasumber Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024, Emil Dardak dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas.
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita memandu pembahasan bagaimana upaya untuk mendongkrak ekonomi Jatim melalui kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik dan investasi dengan narasumber Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024, Emil Dardak dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas.

SURABAYA, investor.id – PT Freeport Indonesia telah membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di Gresik, Jawa Timur. Akhir Desember ini akan segera dibangun pula precious metal refinery untuk memurnikan emas, perak, dan beberapa logam lainnya termasuk tembaga. Kehadiran fasilitas produksi tersebut akan mendongkrak perekonomian Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas saat menghadiri acara Investor Daily Roundtable (IDR) di Surabaya, Jumat (21/6/2024).

"Itu jumlah emasnya kira-kira antara 50 sampai 60 ton pertahun. Jadi nanti di Jawa Timur ini akan ada produksi emas sekitar 50 sampai 60 ton pertahun, di samping tembaga," kata Tony.

ADVERTISEMENT

Menurut Tony, selain emas dan perak, smelter di Jawa Timur ini juga akan mampu memproduksi katoda tembaga hingga 1 juta ton pertahun dengan beroperasinya smilter di Gersik ini. Menurutnya, 1 juta ton katoda tembaga tersebut, jika untuk membuat pesawat A 380, kata Tony, itu bisa menghasilkan sebanyak 8 ribu unit pesawat.

"Itu produksi freeport Indonesia produksi katoda tembaga dalam satu tahun, dan bisa membangun solar panel 200 giga watts,," ungkap Tony.

Tony mengungkapkan, dengan beroperasinya smelter milik PT Freeport Indonesia di Gersik ini, Indonesia akan menjadi salah satu negara penghasil produksi tembaga terbanyak di dunia yang setara dengan produksi tembaga milik Rusia, dan berada di urutan terbesar ke 5 dunia.

Produsen tembaga terbesar dunia saat ini adalah China dengan produksi 12 juta ton per tahun. Diikuti Chili dengan produksi 2 juta ton per tahun, Kongo sebanyak 1,9 juta ton per tahun, dan Jepang sebanyak 1,5 juta ton per tahun.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia