Layanan Fix Broadband Berpotensi Masih Terus Bertumbuh di RI
JAKARTA, investor.id - Seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan akan internet yang tinggi, Direktur Utama, PT Remala Abadi Tbk, Richard Kartawijaya menilai sektor telekomunikasi masih cukup menjanjikan.
Peluang yang sangat menjanjikan ini. kata Richard justru terdapat di luar Jawa yang sampai saat ini belum tergarap optimal.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan masih minimnya masyarakat yang sudah menikmati jaringan tetap pita lebar atau fixed broadband, Remala masih melihat potensi pertumbuhan yang cukup besar di layanan fixed broadband.
Ini dapat dilihat dari alokasi CAPEX perseroan yang difokuskan untuk perluasan jaringan dan penambahan Base Transceiver Station atau BTS. Hingga saat ini jaringan yang dimiliki Remala telah mencapai 10.000 km fiber optic. Perseroan juga memiliki tak kurang dari 170 BTS. Jumlah BTS ini meningkat 12,58% YOY.
“CAPEX yang dikeluarkan perseroan ini ditujukan untuk memperkuat pelayanan yang lebih baik ke pelanggan. Dengan perluasan jaringan dan penambahan BTS ini diharapkan nantinya akan meningkatkan penerimaan perseroan dari pelanggan yang berkualitas dengan Average Revenue Per User ARPU yang premium,”kata Richard dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (27/6/2024).
Sebagai informasi, penetrasi fixed broadband di Indonesia terbilang rendah, padahal di sisi lain kebutuhan masyarakat akan layanan internet terbilang tinggi.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan penetrasi fixed broadband di Indonesia belum mencapai 20%. Itu artinya, masih besar area di Tanah Air yang belum tergelar internet kabel.
Kinerja yang Solid
PT Remala Abadi Tbk (Remala) berhasil meraih kinerja yang solid di sepanjang tahun 2023 dengan pendapatan yang masih tumbuh dari Rp 209,7 miliar di tahun 2022, pada akhir tahun buku 2023, perseroan mampu meningkatkan pendapatannya menjadi Rp 217,4 atau tumbuh 3,66%.
Remala juga mampu meningkatkan EBITDA sebesar 23.46% YoY menjadi Rp 78,6 miliar, kemudian EBITDA margin juga meningkat menjadi 36.15% dan juga laba bersih sebesar Rp Rp26,1 miliar atau naik 0,11% YoY.
Keberhasilan Remala menjaga kinerja keuangannya ini selain karena ditopang trafik data yang naik yang naik sebesar 44,81YoY menjadi 185,5 Gigabytes, efektivitas biaya yang dilakukan perseroan serta meningkatnya jumlah pelanggan baik itu pelanggan corporate yang saat ini mencapai 4532 maupun retail yang mencapai 9255, turut memberikan andil positif bagi kinerja keuangan perseroan.
Richard mengatakan, meski tahun 2023 merupakan tahun yang cukup menantang bagi seluruh pelaku usaha telekomunikasi nasional, namun Remala masih mampu membukukan kinerja yang sangat memuaskan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba bersih yang cukup solid.
Peningkatan sarana digital, kualitas infrastruktur jaringan yang dimiliki perseroan, serta adopsi teknologi yang relevan di semua lini bisnis, telah mampu meningkatkan kualitas layanan dan mampu mendorong peningkatan trafik data, yang berkontribusi pada peningkatan ARPU pelanggan.
Lanjut Richard, keberhasilan kinerja di sepanjang 2023 juga tidak terlepas dengan upaya perseroan untuk terus meningkatkan efisiensi di semua lini bisnis secara cermat. Salah satunya, efisiensi pada pengeluaran untuk Beban Pokok Pendapatan (COGS) yang mampu ditekan hingga 20,74%.
Secara keseluruhan, kenaikan beban penjualan dan pemasaran masih terkendali, sementara dengan adanya penambahan Sumber Daya Manusia dalam penyempurnaan struktur organisasi dan juga terkait proses IPO perseroan menigkatkan OPEX cukup signifikan namun kebutuhan ini sesuai dengan rencana pengembangan usaha perseroan kedepannya.
Untuk mempertahankan kualitas pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, perseroan menambah investasi pada kualitas instalasi jaringan untuk menjamin kualitas jaringan terbaik bagi pelanggan.
Perseroan juga melakukan diversifikasi market, sehingga dapat mencapai dan mempertahankan target sales serta dapat memberikan kontribusi yang baik bagi profitabilitas perseroan. Saat ini Remala masih fokus untuk menggarap segment pasar instansi pemerintah, korporasi, SOHO, residential.
“Agar menunjang produk-produk yang ditujukan untuk segmentasi market tersebut perseroan juga menyediakan value added services, seperti managed services untuk segmentasi instansi pemerintah dan korporasi. Selain itu perseroan juga mempersiapkan solusi-solusi yang akan dibangun khusus untuk meningkatkan nilai tambah dari bandwidth yang dijual, sehingga nantinya perseroan dapat meningkatkan positioning yang jauh lebih baik di pasar,” pungkas Richard.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




