Penjualan Melejit 45%, Gapuraprima Terus Tambah Proyek
Jakarta, Investor.id- Penjualan PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima) sepanjang semester pertama 2024 melejit 45% dibandingkan dengan periode sama 2023.
Manajemen emiten berkode saham GPRA itu menyebutkan, bila per akhir Juni 2023 penjualan masih bertengger di posisi Rp189,00 miliar, kini melambung ke posisi Rp273,31 miliar.
“Peningkatan penjualan kami ditopang oleh penjualan residensial tapak dan rumah toko di wilayah Bogor, Cilegon, Tangerang, dan Bekasi,” tutur Arvin F Iskandar, presiden direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk kepada Investor Daily, Rabu (31/7/2024).
Dia menerangkan, tulang punggung penjualan GPRA berasal dari penjualan di rumah di Bukit Cimanggu City, Bogor, khususnya klaster Llanos, Savana Botheo, serta ruko di Prominent Business Park.
“Kemudian penjualan rumah di perumahan Metro Cilegon di cluster Gardenia, cluster Royal Garden, serta Ruko Metro Niaga,” jelas Arvin.
Moncernya penjualan bermuara kepada peningkatan laba bersih. GPRA mencatat kenaikan laba bersih 15% per akhir Juni 2024 dibandingkan periode yang sama 2023, yakni dari Rp38,86 miliar menjadi Rp44,68 miliar.
“Selain pelaksanaan pemilu yang berjalan aman, pemicu laba bersih karena adanya insentif pemerintah free PPN atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah,” ujar Arvin.
Sementara itu, guna mengerek kinerja, Gapuraprima juga tengah menyiapkan dua proyek anyar.
“Kami juga tetap mengembangkan cluster housing di perumahan Bukit Cimanggu Bogor dan perumahan Metro Cilegon,” tutur dia.
Terkait proyek anyar yang tengah disiapkan, Arvin mengatakan, pihaknya akan meluncurkan The Botanica Signature Padjadjaran, di Bogor. Proyek ini akan dikembangankan mulai kuartal ketiga 2024.
“Untuk proyek baru yang akan datang, kami menghadirkan The Botanica Cibubur, di Cileungsi, Jawa Barat yang rencananya dikembangkan pada kuartal pertama 2025,” papar Arvin.
Di sisi lain, per akhir Juni 2024, Gapurapirma mencatat total aset Rp1,97 triliun atau naik 1,22% dibandingkan dengan per akhir Desember 2023 yang senilai Rp1,95 triliun.
Kenaikan aset itu terutama disebabkan oleh kenaikan aset lancar yaitu pada kas dan setara kas yang meningkat 38,86%.
GPRA juga membukukan penurunan total liabilities sebesar Rp20,943 miliar atau 3,05% terutama disebabkan adanya penurunan uang muka pelanggan sebesar Rp57,02 miliar.
Selain itu, GPRA mencatat kenaikan ekuitas sebesar Rp44,68 miliar terutama disebabkan karena laba tahun berjalan 2024.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

