Jumat, 15 Mei 2026

Bulog Waswas Stok Beras Defisit 3 Juta Ton pada Awal 2025

Penulis : Monique Handa Shafira
4 Sep 2024 | 16:53 WIB
BAGIKAN
Warga penerima manfaat membawa beras dalam karung saat pengambilan bantuan pangan cadangan beras di Balai Kelurahan Bangsal, Kediri, Jawa Timur, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nym)
Warga penerima manfaat membawa beras dalam karung saat pengambilan bantuan pangan cadangan beras di Balai Kelurahan Bangsal, Kediri, Jawa Timur, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nym)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi khawatir stok beras mengalami defisit 3 juta ton pada awal tahun 2025. Kekhawatiran ini berdasarkan pengalaman stok pada awal 2024 dan diprediksi awal 2025 belum terjadi panen raya.

“Kita menghadapi Januari-Februari yang paceklik atau belum panen, itu dengan defisit konsumsi nasional sekitar 3 juta. Bulan Maret masuk Ramadhan,” ujar Bayu dalam RDP Komisi IV DPR RI di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (4/9/2024).

“Januari-Februari 2025 itu dikhawatirkan kami mengantisipasi defisit 3 juta,” lanjut Bayu.

ADVERTISEMENT

Bayu memperkirakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hanya mencapai 1,5 juta ton. Namun, jumlah tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen hingga akhir tahun.

“(Stok pemerintah) posisi saat ini ambil angka besar sekitar 1,35 juta ton akan masuk dari luar negeri 900 ribu. Pengadaan dalam negeri optimis masih tambah 200 ribu lagi, sehingga sampai akhir tahun dari sisi pasokan kita punya 2,45 juta sekitar 2,5 juta. Penggunaannya untuk bantuan pangan sisa 2 bulan kira-kira 450 ribu, untuk SPHP 4 bulan 500 ribu ton sehingga pemanfaatannya 950 ribu di akhir tahun, stop kita 1,5 juta insyaallah kita usahakan,” pungkasnya.

Bulog Waswas Stok Beras Defisit 3 Juta Ton pada Awal 2025
Ilustrasi: Investor Daily

Untuk itu, dia meminta agar penugasan dari pemerintah baru bisa lebih awal untuk penugasan penyerapan beras.

“Pemerintah memerintahkan menambah stok diberikan lebih awal sehingga kita lebih siap. Perintahnya badan pangan yang mendapat perintah dari presiden. Karena terus terang Maret ini Ramadan maju, makanya ini hal yang belum kita antisipasi bersama,” jelas dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia