Kereta Otonom IKN Diminati Pemda Hingga Sektor Perumahan
JAKARTA, investor.id – Kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) yang saat ini dalam tahap uji coba atau proof of concept di Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi buah bibir di kalangan pemangku kepentingan. Beberapa pihak disebut-sebut berminat mengadopsi angkutan transportasi massal ramah lingkungan ini adalah beberapa pemerintah daerah (Pemda) hingga sektor perumahan.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Mohamad Risal Wasal menyampaikan, kereta otonom dapat menjadi salah satu pilihan angkutan massal bagi pemerintah daerah yang efisien dan efektif. “Yang bersurat sudah ada, ada Semarang, Bogor, sudah banyak juga. Beberapa perumahan juga berminat pakai itu," kata Risal di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9/2024), seperti dikutip dari Antara.
Untuk sejumlah Pemda maupun sektor perumahan itu bisa mengadopsi kereta otonom, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nantinya berencana akan menganggarkan skema pembelian layanan (Buy The Service) pada tahun depan.
“Kita tidak membeli itu, tapi kita membayar seperti Buy The Service. Jadi kita tidak beli itu. Kita hanya lelang operator yang membawa itu, nanti kita bayar service atas layanan tersebut. Jadi dianggarkan di tahun depan untuk Buy The Service-nya,” kata Risal.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan menyampaikan arahan kepada ratusan kepala daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi dan di Istana Negara, IKN, pada Selasa (13/8/2024). Kepala Negara secara khusus memberi arahan supaya mereka bersiap-siap untuk merancang sistem transportasi massal terintegrasi yang berbasis energi hijau.
Pertama-tama, langkah tersebut sebagai bagian penting untuk menekan polusi udara di masing-masing daerah. Menurut Presiden Jokowi, polusi udara akibat aktivitas kendaraan sudah tak hanya terjadi di Jakarta saja, tetapi sudah hampir terjadi di seluruh kota.
“Larinya ke anak-anak yang masih bayi nanti jadi sakit pernapasan,” kata Presiden. Sedangkan faktor kedua yang mengiringi tentu tentu kehadiran transportasi massal penting untuk mengantisipasi maupun mengendalikan kemacetan di setiap daerah.
Biaya Lebih Murah
Namun, Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa pengadaan transportasi massal terintegrasi yang ramah lingkungan tidaklah murah. Sebut saja LRT, MRT, sampai kereta cepat yang sudah dipastikan menekan biaya besar, sehingga jadi tantangan dan hampir sulit untuk diwujudkan bagi suatu kepala daerah.
Ia lantas menawarkan satu jenis transportasi massal yang relatif murah tapi tetap ramah lingkungan yaitu kereta otonom atau Autonomous Rail Transit (ART). Ini adalah jenis transportasi massal perkeretaapian alternatif tanpa rel yang dapat dipilih para kepala daerah.
“Kalau yang ini, autonomous rail transit itu memang lebih murah karena tanpa rel, pakai magnet. Per unitnya untuk tiga gerbong harganya kurang lebih Rp 74 miliar ... Operasional per bulan Rp 500 juta,” terang Presiden Jokowi.
“Itu kota-kota yang mulai macet, tidak hanya di Jawa saja, di luar Jawa sudah mulai macet, macet, macet. Ini mulai harus dipikirkan transportasi massalnya apa,” demikian jelas Presiden Jokowi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




