Antisipasi Resiko Bencana Memanfaatkan AI
JAKARTA, investor.id – Presiden Collaborative Research and Industrial Innovation in Artificial Intelligence (KORIKA), Hammam Riza mengatakan, perlunya pendekatan terintegrasi dalam menangani masalah pencegahan bencana.
Ia mencatat bahwa kemajuan teknologi artificial inteligence (AI) mikroskopis mampu meningkatkan sistem peringatan dini dengan menyediakan informasi yang lebih rinci dan akurat.
"Kita perlu memanfaatkan teknologi seperti AI sebagai peringatan awal yang bisa dengan rinci disediakan," ujarnya pada sesi diskusi Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) di Hall D JIExpo Kemayoran Jakarta, dikutip Jumat (13/09/2024).
Dia menambahkan, perlunya memberikan solusi inovasi teknologi terbaik pada manajemen kebencanaan dan perlindungan masyatakat sipil.
“Penerapannya (AI) mampu meningkatkan pengelolaan risiko terkait bencana sehingga ke depan bisa meminimalisir resiko-resiko pada terjadi bencana,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Harkunti P. Rahayu mengatakan, inovasi mampu meningkatkan inklusivitas secara signnifikan melalui pemanfaatan teknologi yang efektif, keterlibatan aktif organisasi masyarakat dan program yang tepat sasaran.
"Selain itu, penting menggarisbawahi pentingnya merancang sistem peringatan dini agar dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan anak-anak," ujarnya.
Adapun, Swiss Agency for Development & Cooperation (SDC), Erik Kjaergard mengatakan, bahwa data juga memainkan peranan dalam penerapan teknologi.
Dalam paparannya, Erik menekankan bahwa digitalisasi memiliki peran krusial dalam strategi kerjasama internasional. Kemajuan teknologi digital memungkinkan analisis data yang komprehensif sehingga mampu meningkatkan pengambilan keputusan dan perencanaan strategis.
Diskusi GFSR dilanjutkan dengan studi kasus mengenai bagaimana membangun infrastruktur yang tangguh (building resilient infrastructure). Hal tersebut, mengingat, Indonesia terletak di wilayah rawan bencana, sehingga penting untuk mempersiapkan infrastruktur bahkan industrialisasi teknologi kebencanaan agar mampu menghadapi kemungkinan bencana, termasuk megathrust.
Salah satu cara untuk meningkatkan resiliensi terhadap dampak bencana adalah dengan membangun infrastruktur yang tahan bencana.
Diskusi GFSR merupakan perhelatan Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2024. Acara ini dibuka dengan adanya kegiatan panel diskusi bertajuk “Menerapkan Kesepakatan Global di Tingkat Nasional dan Lokal (Implementing Global Agreements at National and Local Levels” yang melibatkan berbagai stakeholder terkait mitigasi bencana. Adapun Pameran ADEXCO digelar pada 11 – 14 September 2024 di JIExpo Kemayoran.
Editor: Ichsan Amin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






