Minggu, 21 Juni 2026

53 Bendungan Baru Demi Ketahanan Pangan

Penulis : Andrea Arshirena Hosana
20 Sep 2024 | 22:15 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau Bendungan Pamukkulu saat peresmian di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Arnas Padda/tom)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau Bendungan Pamukkulu saat peresmian di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Arnas Padda/tom)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merampungkan sebanyak 53 bendungan baru selama 10 tahun pemerintahan. Ini adalah ikhtiar untuk menjaga ketahanan pangan saat banyak negara lebih proteksionis dan dunia didekap krisis iklim.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR I, Endra S Atmawidjaja menyampaikan, ketahanan pangan jadi salah satu hal yang jadi perhatian Presiden Jokowi dalam satu dekade terakhir memimpin pemerintahan Indonesia. Menyinggung ketahanan pangan, maka yang paling lekat adalah menyangkut produktivitas pertanian.

Seperti yang diketahui, Indonesia 7,3 juta hektare lahan sawah, namun yang mendapat suplai air sepanjang waktu oleh bendungan hanya 11%. Ini yang kemudian menjadi alasan puluhan bendungan dibangun dalam kurun 10 tahun belakangan oleh Presiden Jokowi.

ADVERTISEMENT

“Dalam 10 tahun, kita berhasil meningkatkan produktivitas pertanian; indeks pertanaman kita dari 1,7 menjadi hampir 3. Jadi, dengan menambah bendungan sebanyak 53 bendungan baru, tampungan kita bertambah,” ungkap Endra di Jakarta, Jumat (20/9/2024).

Dia menjelaskan, Indonesia masih memiliki banyak sawah tadah hujan yang bisa panen satu kali dalam setahun. Tapi dengan adanya bendungan, sawah tadah hujan itu bisa panen sampai dua-tiga kali dalam setahun.

“Jadi, saya kira tambahan 53 bendungan ini sangat penting untuk meningkatkan tampungan air, terutama pada musim-musim kering, sehingga kita bisa terus menjamin keberlangsungan pangan kita,” beber Endra.

Pada musim kering, Indonesia selama ini punya kecenderungan sulit memproduksi pangan sehingga mengandalkan impor. Kebiasaan ini menemui kesulitan kala banyak negara menerapkan kebijakan proteksionis, dimana mereka memprioritaskan ketersediaan pangan untuk kebutuhan dalam negerinya. Alhasil, terjadi ketimpangan bahan pangan di berbagai belahan dunia.

Berlanjut di Era Prabowo

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia