Minggu, 21 Juni 2026

Startup RI Kembali Berpeluang Bangkit

Penulis : Abdul Muslim
25 Sep 2024 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Startup (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Startup (Foto: Pixabay)

Bisnis Makin Sehat

Rudiantara melanjutkan, ekosistem startup Indonesia saat ini juga sudah makin sehat. Mereka sudah tak lagi jor-joran hanya ‘membakar uang’ dari investor untuk ekspansi dan membesarkan skala usaha. Para pengelola/pendiri startup kini fokus pada model bisnis yang mengutamakan arus kas sehat dan mengejar profitabilitas (berkelanjutan).

Karena itu, peluang investor menanamkan modal pada startup di Indonesia dapat kembali terjadi. Namun, itu pun memberikan cacatan, pelaku bisnis startup sejak awal harus bisa menggunakan model bisnis yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Orientasinya sekarang sudah harus kepada profitabillity, EBITDA, dan cash flow yang positif. Dengan instrumen yang sudah lebih sehat, uang (dari investor untuk mengembangkan startup) akan lebih banyak lagi tersedia," ucap Rudiantara, optimistis.

2 Sektor Potensial

Menkominfo Budi Arie Setiadi menyebutkan, ada dua sektor potensial bagi startup Indonesia untuk dapat dikembangkan usai melewati masa tech winter, yakni sektor agrikultur dan perikanan.

"Agrikultur dan perikanan menjadi sektor yang menjanjikan untuk para pelaku industri startup Indonesia masuk ke dalamnya. Karena, pertumbuhan nilainya yang menjanjikan meski adanya tantangan ekonomi global," kata Budi Arie.

Dia menyebut, pada 2023, secara global, terlihat bahwa sektor agrikultur dan perikanan di Tanah Air masuk dalam daftar 15 sektor terbesar dengan nilai valuasi yang tinggi setelah dikembangkan oleh startup digital.

Mengacu pada laporan Startup Report 2023 dari DSInnovate, startup perikanan dan kelautan (aquatech) Indonesia berhasil menciptakan nilai valuasi US$ 123 juta dan startup peternakan (agritech) mencapai valuasi US$ 26 juta

Menurut Menkominfo, ada banyak model bisnis yang dapat dieksplorasi dalam dua sektor tersebut, terutama berhubungan dengan tantangan yang belum terjawab, seperti masalah rantai pasok, mendorong produktivitas pelaku ekosistem di kedua sektor, dan keberlanjutan lingkungan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 31 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 53 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 1 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 2 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia