Minggu, 21 Juni 2026

Petrindo Mulai Kembangkan Coking Coal

Penulis : Yurike Metriani
2 Okt 2024 | 17:23 WIB
BAGIKAN
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (Ilustrasi/Annual Report Perseroan)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (Ilustrasi/Annual Report Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (Petrindo) melalui anak usahanya, PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dan PT Daya Bumindo Karunia (DBK) telah memulai proses produksi  batu bara metalurgi (metallurgical coal) atau disebut juga sebagai coking coal. Hal ini akan  menambah diversifikasi hantaran produk Petrindo yang sebelumnya hanya memproduksi batu bara  termal atau steam coal.

Produksi batu bara metalurgi oleh MUTU telah mulai dilakukan pada Agustus  tahun ini, dengan pengiriman pertama kepada pembeli pada bulan September. Sementara itu, DBK  akan memulai proses first cut di tahun ini, dengan proyeksi produksi komersial pada tahun 2025. 

“Sesuai dengan strategi pengembangan bisnis kami, Petrindo melalui MUTU sedang menggarap area  operasional yang ada saat ini dengan mulai memproduksi batu bara metalurgi. Diversifikasi  portofolio produk ini pun akan menambah keunggulan kompetitif Petrindo sebagai salah satu  perusahaan induk di industri pengolahan batu bara,” ujar Direktur Petrindo Daniel Laurente.

Batu bara metalurgi adalah bahan baku yang digunakan untuk proses pembuatan kokas. Kokas  sendiri adalah salah satu material utama yang digunakan untuk industri peleburan besi dan baja. Batu bara metalurgi memiliki kandungan karbon yang tinggi yang memiliki karakteristik tertentu  untuk menghasilkan kokas. Kokas diproduksi dengan jalan memanaskan batu bara metalurgi dalam  oven pada kondisi reduksi tanpa udara dalam suhu sangat tinggi. Kokas yang dihasilkan dari  pemanasan batu bara bersifat porous, keras dan hanya terdiri dari konsentrasi karbon.

ADVERTISEMENT

“Di Indonesia sendiri belum banyak produsen batu bara metalurgi ini, sehingga akan menambah  keunggulan Petrindo di sektor ini dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan kami,” ujar Daniel Laurente. 

Petrindo telah selesai mengakuisisi MUTU pada awal 2024. Akuisisi kepemilikan saham di MUTU ini  adalah komponen mendasar dari strategi jangka panjang Petrindo, yang bertujuan untuk  meningkatkan kinerja operasional menjadi lebih efisien dan efektif dengan mengintegrasikan operasi  serta memperkuat portofolio bisnis Petrindo di bidang batu bara termal berkalori tinggi dan batu bara metalurgi.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 29 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 51 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 1 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 2 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia