Minggu, 21 Juni 2026

Aturan Tambang Perlu Penyesuaian untuk Keberlangsungan Hilirisasi

Penulis : Prisma Ardianto
8 Okt 2024 | 16:25 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau, menjadi narasumber diskusi dengan tema The Feature of Mining: Driving Efficiency and Sustainability through Technology dalam Special Session BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Selasa (8/10/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau, menjadi narasumber diskusi dengan tema The Feature of Mining: Driving Efficiency and Sustainability through Technology dalam Special Session BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Selasa (8/10/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Indonesian Mining Association (IMA) menyatakan bahwa industri pertambangan perlu dipastikan kesinambungannya untuk tetap bisa mendukung program hilirisasi di masa mendatang. Untuk itu, diperlukan aturan yang lebih relevan dan tegas, baik menyangkut eksplorasi, umur tambang, keuangan, hingga aspek lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum IMA, Rachmat Makkasau dalam salah satu sesi diskusi bertajuk ‘The Future of Mining: Driving Efficiency and Sustainability through Technology’ di salah satu rangkaian BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

Rachmat menyampaikan, hilirisasi adalah mimpi sejak lama. Hilirisasi dimulai pada tahun 2009 saat terbit Undang-Undang Minerba. Namun demikian, kala itu keseriusan melakukan hilirisasi dinilai masih kurang. Barulah pada awal 2014, Indonesia menunjukkan keseriusan perihal hilirisasi, sebagai penandanya yaitu larangan ekspor beberapa komoditas tambang.

ADVERTISEMENT

Lalu medio 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan aturan yang mewajibkan perusahaan tambang memiliki smelter, termasuk mekanisme untuk memastikan kebijakan itu tidak mengganggu keberlangsungan perusahaan tambang terkait. Dari sana, perusahaan tambang bisa terbantu secara finansial dan proses dalam membangun smelter.

“Dalam lima tahun terakhir, di dunia tambang khususnya terhadap mineral-mineral yang diwajibkan tadi, itu sudah membangun smelter, paling banyak disebutkan pembangunan smelter nikel dengan nilai tambah yang sangat signifikan. Kemudian ada bauksit, dan yang baru-baru ini diresmikan itu ada dua smelter tembaga besar,” ungkap Rachmat.

Dia bilang, perusahaan tambang merasa sudah melakukan tugasnya dengan baik dalam rangka menyiapkan dan mendukung hilirisasi tambang. Tapi hilirisasi yang sebenarnya tak sampai disana, bahan baku yang sudah dihasilkan dari kehadiran smelter butuh diolah lagi untuk menghasilkan nilai tambah oleh downstream industry.

“Kami berharap dari sisi dunia tambang, bahwa produk-produk yang sudah susah payah dihasilkan perusahaan tambang bisa dimanfaatkan untuk downstream industry. Nah kita tahu pemerintah punya target khusus untuk menggenjot downstream industry,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan, bahan baku hasil tambang kini sudah siap, sehingga akan disayangkan jika produk yang ada itu tak dimaksimalkan di dalam negeri melalui kehadiran downstream industry. Jika tak diserap di dalam negeri, maka praktis bahan baku itu akan dimanfaatkan dan dipakai pihak luar. Ini tentu akan merugikan bagi Indonesia.

“Harapan kami mudah-mudahan banyak aturan yang baik, sehingga downstream industry ini benar-benar bisa dimanfaatkan ... Indonesia tentunya punya kesempatan yang sangat besar untuk dapat memanfaatkan itu. Dari situlah nilai tambah terbesar sebenarnya didapatkan,” beber Rachmat.

Penyesuaian Aturan

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 7 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia