Jumat, 15 Mei 2026

Manejemen Risiko Perlu Diterapkan dalam Pembangunan Infrastruktur Nasional

Penulis : Vinniliya Huanggrio
11 Nov 2024 | 18:12 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi keynote speech dalam acara Accelerating National Development Risk Management Implementation di Sanur, Bali, Senin (11/11/2024).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi keynote speech dalam acara Accelerating National Development Risk Management Implementation di Sanur, Bali, Senin (11/11/2024).

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) menekankan urgensi manajemen risiko dalam pembangunan infrastruktur nasional. Terkait manajemen risiko, Indonesia menghadapi trilema pembangunan infrastruktur, yakni atensi, utilitas, dan keberlanjutan.

AHY menjelaskan, Indonesia dihadapkan pada tantangan dan perbaikan dalam pembangunan infrastruktur, yaitu isu pengadaan lahan, integrasi data dan perencanaan, pembiayaan yang belum optimal, kualitas pembangunan, serta ketersediaan dan pemerataan.

Karena itu, menurut AHY diperlukan pembangunan infrastruktur yang konsisten dan terukur dengan perencanaan yang matang, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Kemudian, penerapan dan penyiapan peraturan pelaksanaan manajemen risiko pembangunan nasional (MPRN) mulai dari tataran strategis hingga operasional.

“Itulah mengapa forum yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini sangatlah penting lantaran membahas bagaimana memitigasi risiko dari semua aspek pembangunan nasional,” beber AHY saat memberi keynote speech dalam acara Accelerating National Development Risk Management Implementation di Sanur, Bali, Senin (11/11/2024).

Menko AHY pun mengingatkan untuk mencegah adanya kebocoran, bukan hanya dari pembiayaan, melainkan juga dari efisiensi. Hal ini dapat dilakukan dengan adanya tata kelola pemerintahan yang baik, dan kolaborasi yang baik antara pusat bersama daerah serta dikawal dengan regulasi dan kebijakan yang tepat.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kartika Wirjoatmodjo, Wamen BUMN, Ernadhi Sudarmanto, Sekretaris Utama BPKP, Aksanul Khaq Anggota III BPK, dan Dewa Made Indra, Sekda Prov Bali, serta para pejabat pendamping lainnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia